Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penukaran minyak jelantah dengan saldo rupiah di ucollect box
Penukaran minyak jelantah dengan saldo rupiah di ucollect box Alfamart Drive Thru Alam Sutera (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Intinya sih...

  • Fasilitas pembuangan limbah minyak jelantah mudah diakses pelaku UMKM

  • Masyarakat bisa menukarkan limbah minyak jelantah dengan A-Poin Alfagift di Alfamart

  • Penukaran minyak jelantah terbesar ada di Tangerang, dengan 1-2 ton per bulan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tangerang diimbau untuk tidak membuang minyal jelantah bekas pengolahan produk makanan, ke selokan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tagerang, Hendri Syahputra mengungkapkan, ada 30 persen pengaduan masyarakat soal limbah minyak jelantah pada drainase.

"Karena memang penggunaan minyak goreng di Kota Tangerang cukup tinggi, apalagi jumlah UMKM-nya juga sangat banyak," kata Hendri saat peresmian kotak ucollect ke 100 di gerai Alfamart Drive Thru Alam Sutera Kota Tangerang, Rabu (28/1/2026).

1. Fasilitas pembuangan limbah minyak jelantah yang mudah diakses pelaku UMKM, dinilai bisa menjadi solusi

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tagerang, Hendri Syahputra (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Hendri mengungkapkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait tata cara pembuangan limbah. Apalagi, limbah minyak jelantah merupakan salah satu yang memiliki nilai ekonomis.

"Semakin mudah dan dekat akses pembuangan ke masyarakat, maka akan juga mengurangi pembuangan ke drainase," ungkap Hendri.

Misalnya saja dengan adanya ucollect box yang ada di gerai Alfamart. Masyarakat maupun pelaku UMKM bisa dengan mudah menukarkan limbah minyak jelantahnya dengan saldo rupiah yang bisa dibelanjakan kembali. Hal ini juga sejalan dengan program sedekah sampah yang digencarkan Pemkot Tangerang agar sampah yang dihasilkan memiliki nilai dan dapat menekan pembuangan ke TPA.

"Kami juga ke depan akan bekerja sama dengan SPPG dalam menampung minyak jelantah agar tidak ada pembuangan secara sembarangan," ujarnya.

2. Masyarakat kini bisa menukarkan limbah minyak jelantah dengan A-Poin Alfagift

Penukaran minyak jelantah dengan saldo rupiah di ucollect box Alfamart Drive Thru Alam Sutera (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, Solihin, Corporate Affairs Director Alfamart mengungkapkan, saat ini telah ada 100 gerai Alfamart di 18 kota/kabupatrn seluruh Indonesia yang tersedia ucollect box. Dimana, 3 diantaranya berada di Kota Tangerang.

"Konsumsi minyak goreng di Indonesia itu mencapai 5 juta ton per tahun, yang menghasilkan 715 ribu ton minyak jelantah per tahun dan baru 20 sampai 40 persen yang berhasil dikumpulkan, tentu ini memprihatinkan karena bisa mencemari lingkungan," kata Solihin.

Untuk itu, pihaknya ingin fasilitas penukaran minyak jelantah menjadi rupiah bisa lebih digaungkan dan bisa tersedia di seluruh Indonesia. Untuk menggaet masyarakat akan menjaga lingkungan, kini minyak jelantah bisa ditukar dengan A-Poin Alfagift yang bisa dibelanjakan langsung di Alfamart.

"Minyak jelantah yang ditukar senilai 5.500 A-Poin, dan nilainya sama dengan 5.500 rupiah dan bisa dibelanjakan di Alfamart tanpa syarat," ungkapnya.

3. Penukaran minyak jelantah terbesar ada di Tangerang

Penukaran minyak jelantah dengan saldo rupiah di ucollect box Alfamart Drive Thru Alam Sutera (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara itu, CEO Nooveleum Indonesia Sendy Soeriaatmadja mengungkapkan, selama bekerja sama dengan Alfamart, ucollect box yang paling banyak mendapat minyak jelantah yakni yang berada di wilayah Tangerang. Yakni, dalam satu ucollect tersebut bisa menghasilkan 1-2 ton minyak jelantah perbulannya.

"Jadi, kalau ada 100 box di seluruh Indonesia, ada sekitar 100 ton minyak jelantah per bulannya dan kami akan menambah lagi di wilayah Tangerang ini karena memang cukup banyak industri dan UMKM," kata dia.

Salah satu pelaku UMKM, Suryani mengaku terbantu dengan adanya ucollect box di dekat tempatnya berjualan. Pasalnya, selama ini ia selalu bingung membuang limbah bekas memasak gorengan yang ia jual kemana. "Kan engga bisa dipakai lagi, nanti warna gorengannya jelek, kadang suka dibuang aja gitu ke selokan, tapi ternyata engga boleh," katanya.

Saat mendapatkan sosialisasi dari Pemkot Tangerang bahwa minyak jelantah bisa ditukar dengan uang, ia pun langsung mengumpulkan minyak jelantah di dalam botol untuk ditukarkan ke ucollect box. "Saya langsung tanya ke anak gimana ini caranya, ternyata bisa cuma lewat HP, harganya juga lumayan bisa dipakai nambah-nambah belanja kebutuhan jualan lagi," tuturnya.

Editorial Team