TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ekonomi Merosot Akibat COVID-19, Airin Harus Buktikan Kualitasnya

Tangsel kota jasa, kebijakan fiskal harus segera diambil!

IDN Times/Muhamad Iqbal

Tangerang Selatan, IDN Times - Analis kebijakan publik dan komunikasi politik dari Universitas Islam Syekh Yususf Tangerang (Unis) Tangerang, Adib Miftahul, mencermati dampak ekonomi di masa pandemik COVID-19 akan mempengaruhi jalannya roda pemerintahan, khususnya Pemerintahan di daerah-daerah.

Adib mencontohkan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kultur ekonominya merupakan Kota barang dan jasa. Adib menilai, kebijakan fiskal harus segera mungkin dieksekusi mengingat sektor tersebut kini tengah merosot tajam dan tentunya akan bergaris lurus dengan turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota tersebut.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Perantau, Airin Lagi Siapkan Program Bantuan!

1. Airin harus ambil langkah, jangan tunggu pusat atau provinsi

Adib Miftahul, Analis Politik dan Kebijakan Publik Universitas Syech Yusuf (Unis) Tangerang (Dok. Istimewa)

Adib menilai, merosotnya PAD itu disebabkan merosotnya daya beli masyarakat. Oleh karena itu, menurut Adib, harus ada upaya terobosan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk memulihkan kembali daya beli tersebut tanpa menunggu kebijakan pemerintah pusat atau provinsi.

Adib menyebut, atas hal itulah, pemimpin daerah akan terlihat kualitasnya ketika dihadapkan persoalan yang berat seperti ini.

"Bicara hari ini Airin harus menunjukkan bahwa dia memang salah seorang pemimpin yang berkualitas, dia harus berani mengambil langkah meski kontroversial, karena ini kan demi kepentingan masyarakat juga,” kata Adib, Jumat (5/5).

Jadi, lanjut Adib, jangan hanya bicara rasionalisasi anggaran saja, yang kebijakannya bersifat meneruskan kebijakan pemerintah pusat, karena masyarakat Tangsel hanya tahu wali kotanya, ya, Airin Racmi Diany.

2. Pencairan BTT atau peringanan pajak bagi UMKM bisa jadi terobosan

Pegiat UMKM (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Adib menerangkan, salah satu kebijakan yang dapat dilakukan oleh Airin adalah kebijakan yang sifatnya bisa menutupi lubang.  Contohnya kebijakan peringanan pajak bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) atau pencairan dana Belanja Tak Terduga (BTT) dari APBD Tangsel yang memang sudah disiapkan sebagai dana di masa pandemik COVID-19.

“Kebutuhan dalam menjalankan roda pemerintahan kan bisa dihitung berapa setiap bulannya, sementara akibat dari wabah COVID-19 perhari ini bisa juga dilihat berapa pemasukannya, pertanyaannya saat ini keuangan daerah devisit atau surplus, tentu kita tahu jawabannya,” ujarnya.

Dan nantinya, lanjut Adib, pun jika Pemkot Tangsel mengeluarkan anggara BTT dari APBD -nya untuk bansos, bansos itu mesti berupa uang.

"Uang itu nantinya akan dibelanjakan oleh masyarakat, dana kalau perlu buat aturan uang itu hanya bisa digunakan di warung-warung UMKM, agar roda ekonomi di bawah kembali jalan," kata Adib.

Baca Juga: Sempat Diresmikan Airin, RS Rujukan COVID-19 Tangsel Gagal Beroperasi 

Berita Terkini Lainnya