6 Bulan Disandera Pembajak Somalia, 4 ABK MT Honour Tiba di Indonesia

Empat ABK Indonesia dari MT Honour tiba di Indonesia pada 6 Oktober 2026 setelah sekitar lima bulan lebih disandera pembajak di Perairan Somalia.
Fiki Mutakin tiba menggunakan kursi roda setelah menjalani operasi akibat luka tembak di kaki kanan; pemerintah memastikan pelayanan medis bagi para ABK.
Operasi pembebasan berlangsung 29 September melalui koordinasi diplomatik Somalia dan negara asal 17 kru, sementara proses negosiasi dirahasiakan untuk melindungi para sandera.
Take a Deeper Reads

Tangerang, IDN Times - Sebanyak empat anak buah kapal (ABK) dari kapal motor tanker (MT) Honour yang disandera pembajak di perairan Somalia, akhirnya tiba di Indonesia hari ini, Selasa (6/10/2026). Mereka yakni Ashari Samadikun sebagai nakhoda dan kapten, asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto chief Officer) asal Pemalang, Jawa Tengah, Adi Faizal (2nd Officer) asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.
Keempat ABK tersebut dijemput Menko PMK, Sugiono dan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta.
"Pada sore hari ini kami menyambut saudara-saudara kita yang selama kurang lebih lima bulan sepuluh hari empat jam mengalami waktu khusus yang mendebarkan," kata Sugiono.
1. Salah satu ABK tertembak di kaki kanan

4 ABK MT Honour tiba di Indonesia usai disandera pembajak Somalia selama 6 bulan (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Pantauan IDN Times di lokasi, salah satu ABK yakni Fiki Mutakin datang dengan menggunakan kursi roda dan kaki yang dibalut perban. Fiki baru saja menjalani operasi pada kakinya akibat luka tembak yang dilakukan para pembajak.
"Pada kesempatan ini saya selaku Menko PMK memastikan bahwa peran kita dari proses ini akan kita laksanakan, dan kita akan berikan pelayanan medis," kata Sugiono.
2. Keluarga terharu sambut kedatangan

4 ABK MT Honour tiba di Indonesia usai disandera pembajak Somalia selama 6 bulan (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Saat empat ABK datang di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, keluarga termasuk orangtua, istri, hingga sanak kerabat ikut menyambut. Pelukan erat disertai tangis bercampur haru memenuhi ruangan. Bahkan, ibu dari kapten kapal, Ashari Samadikun sempat pingsan.
Menlu Arrmanatha mengungkapkan, operasi pembebasan ABK kapal MT Honour dilakukan pada 29 September 2026, dengan kerja sama pemerintah negara bagian Somalia.
"Proses ini memakan waktu cukup lama, dan sejak awal Kementerian Luar Negeri telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak," kata dia.
Menlu menyebut di atas kapal tersebut, terdapat 17 ABK yang berasal dari berbagai negara seperti India, Pakistan, dan Myanmar. Sehingga, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah asal ABK.
"Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih pertama kepada Kapten Azhari yang merupakan kapten kapal yang sangat bertanggung jawab dan memimpin para kru, sehingga khususnya kru Indonesia selama di kapal dan pada pasca pembebasan ini dapat selamat," ungkapnya.
3. Pemerintah sengaja tak beberkan perkembangan operasi pembebasan ke media

4 ABK MT Honour tiba di Indonesia usai disandera pembajak Somalia selama 6 bulan (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Menlu menegaskan, sejak awal Pemerintah tidak memberitahukan kepada media proses pembebasan, karena proses perundingan, negosiasi diplomasi tidak ingin digunakan oleh pihak pembajak untuk menekan Indonesia.
"Jadi dalam situasi-situasi seperti ini, kita akan selalu menjaga agar semua proses itu tertutup agar jangan sampai merugikan kita dan para WNI kita yang dalam situasi sulit," jelasnya.
Ia pun berterimakasih kepada keluarga para ABK yang sabar menunggu proses pembebasan sejak awal dikabarkan kapal tersebut dibajak. Pihaknya sejak awal terus berkomunikasi bersama Kementerian Perhubungan dan keluarga serta pihak pemilik kapal untuk bisa memberikan keterangan selengkap mungkin kepada keluarga.
"Karena tidak mudah untuk bisa menunggu kabar, untuk bisa tidak mengetahui bagaimana nasib para anaknya, para suaminya yang ada di atas kapal," pungkasnya.





















