Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kasus Influenza A di Banten Capai 387.250, Dinkes: Penyebarannya Cepat

Kota Serang
2 min read
Kasus Influenza A di Banten Capai 387.250, Dinkes: Penyebarannya Cepat
Kepala dinas kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti (Dok. Khaerul Anwar)
  • Dinas Kesehatan Banten mencatat 387.250 kasus influenza A dengan penyebaran cepat, tetapi risiko menyebabkan kondisi kegawatdaruratan disebut sangat rendah.
  • Kasus ditemukan hampir merata di kabupaten dan kota Banten; tingginya temuan turut dipengaruhi skrining rumah sakit, klinik, dan puskesmas terhadap pasien bergejala flu.
  • Dinkes meminta warga bergejala segera memeriksakan diri, menjaga daya tahan tubuh, serta rutin mencuci tangan untuk mencegah penularan melalui tangan terkontaminasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serang, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat sebanyak 387.250 kasus influenza A. Meski penyebarannya dinilai sangat cepat, penyakit tersebut disebut memiliki risiko rendah menyebabkan kondisi kegawatdaruratan.

Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan influenza A merupakan penyakit yang sudah umum ditemukan. Namun, tingkat penularannya relatif cepat.

“Jadi kasus influenza A ini sebenarnya kasus yang sudah biasa, cuma memang tingkat daya penyebarannya ini luar biasa cepat. Tapi, untuk mengakibatkan kegawatdaruratan, ini sangat minim,” kata Ati, Senin (5/10/2026).

  1. 1. Dinkes sebut Influenza A bisa sembuh sendiri

    gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)
    gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)

    Ati meminta masyarakat tidak resah dengan penyebaran influenza A. Menurutnya, penyakit yang disebabkan virus tersebut umumnya dapat sembuh dengan sendirinya apabila daya tahan tubuh dalam kondisi baik.

    “Namanya influenza itu virus, tapi virus jenis tipe A. Enggak perlu takut karena virus sesungguhnya adalah sifatnya self-limiting disease atau sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuh kita baik,” ujarnya.

    Ia menyebut jumlah kasus influenza A di Banten saat ini masih di bawah 500 ribu kasus. “Angka pastinya sekitar 387.250,” katanya.

  2. 2. Kasus tersebar di hampir seluruh wilayah Banten

    ilustrasi influenza
    ilustrasi influenza (magnific.com/magnific)

    Ati mengatakan kasus influenza A ditemukan hampir merata di kabupaten dan kota di Banten. Tingginya angka kasus tersebut salah satunya dipengaruhi cakupan skrining yang dilakukan fasilitas pelayanan kesehatan.

    Skrining dilakukan mulai dari rumah sakit, klinik hingga puskesmas terhadap pasien yang mengalami gejala menyerupai influenza.

    “Tujuannya ketika kita menemukan kasus itu, maka mereka harus diedukasi. Bagaimana mereka tidak menularkan, kedua bagaimana dia cepat disembuhkan,” ujarnya.

  3. 3. Dinkes minta warga tetap waspada

    ilustrasi vaksin influenza (msnbc.com/John Brecher)
    ilustrasi vaksin influenza (msnbc.com/John Brecher)

    Ati menegaskan influenza A tidak memiliki karakteristik seperti COVID-19. Gejala yang muncul, kata dia, umumnya serupa dengan flu biasa.

    “Ini bukan kayak COVID, ini biasa. Kayak influenza biasa, flu biasa,” katanya.

    Meski demikian, warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan atau gejala flu diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui jenis virus penyebab infeksi sekaligus menentukan penanganannya.

    Untuk menjaga daya tahan tubuh, masyarakat diminta mencukupi kebutuhan air putih, beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi dan rutin beraktivitas fisik.

    Selain itu, masyarakat diingatkan untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencegah penularan.

    “Cuci tangan, pokoknya sering-sering cuci tangan karena biasanya influenza tertular dari tangan yang terkontaminasi, kita usap-usap hidung, mulut, akhirnya terkontaminasi,” ujarnya.

    Ati memastikan hingga saat ini Dinkes Banten belum melihat dampak buruk yang mengkhawatirkan akibat kasus influenza A.

    “Insyaallah enggak ada,” ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More