Aksi Demo di Jakarta, Polresta Tangerang Perketat Keamanan Tol dan Stasiun

Polresta Tangerang memperketat pengamanan di gerbang tol, stasiun kereta, dan wilayah patroli untuk mengantisipasi pelajar yang hendak mengikuti demonstrasi di Jakarta pada 20 Oktober 2026.
Polisi menyatakan tetap menghormati hak warga menyampaikan pendapat, dengan pengamanan disesuaikan kebutuhan lapangan dan ketentuan perundang-undangan demi menjaga situasi kamtibmas kondusif.
Selain penyekatan, Bhabinkamtibmas dikerahkan ke sekolah untuk mendorong kegiatan positif, sementara Satreskrim memantau media sosial terkait seruan atau potensi provokasi pelajar.
Tangerang, IDN Times - Polresta Tangerang meningkatkan pengamanan di objek vital Gerbang Tol dan area stasiun kereta untuk menyekat kelompok pelajar yang hendak mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, upaya pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya tetap aman dan kondusif.
"Polresta Tangerang dan jajaran akan melaksanakan pengamanan di sejumlah stasiun dan gerbang tol, serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," katanya.
1. Polisi memastikan menghormati hak menyampaikan pendapat di depan umum

Ilustrasi Demo. (IDN Times/Anjani Asra) Selama proses pengamanan di titik krusial, personel di lapangan akan menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pihaknya akan tetap menjunjung tinggi serta menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
​"Langkah-langkah akan dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Polri tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai peraturan perundang-undangan," ucapnya.
2. Polisi imbau sekolah adakan kegiatan ekstrakurikuler tambahan

Ilustrasi Demo. (IDN Times/Anjani Asra) Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian menambahkan, skema yang diterapkan dalam pengamanan ini, petugas tidak sekadar melakukan penyekatan lalu lintas, melainkan peningkatan patroli dan pengamanan ketat di titik-titik vital mobilitas masyarakat.
"Intinya kita bukan hanya penyekatan, tetapi pengamanan untuk mengantisipasi adanya pelajar yang ikut-ikutan aksi ke Jakarta. Pengamanan dilakukan di beberapa stasiun, gerbang-gerbang tol, serta meningkatkan patroli wilayah," ujarnya.
Pola pengamanan hanya bersifat antisipasi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Tangerang tetap kondusif. Pihaknya akan mengedepankan upaya preventif edukatif dengan menerjunkan seluruh Bintara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) ke sekolah-sekolah di wilayah Tangerang.
"Kami mengimbau pihak sekolah untuk dapat mengisi kegiatan pelajar dengan aktivitas positif, seperti ekstrakurikuler tambahan, sehingga meminimalkan potensi siswa bertolak ke Jakarta," jelasnya.
3. Polisi pantau medsos cegah pelajar ke Jakarta

Ilustrasi Demo. (IDN Times/Anjani Asra) Terkait langkah pemantauan dan pemetaan di media sosial (medsos), Polresta Tangerang menyiagakan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). "Satuan Resrim nanti yang akan menangani pengawasan medsos, sudah sejauh mana untuk mengidentifikasi ada beberapa mungkin pelajar yang menggunakan medsos, itu mereka yang akan menangani," ungkapnya.


















