Ia mengatakan, penyelidikan masih berjalan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV), serta mengirimkan surat permohonan izin atau persetujuan tertulis kepada Gubernur Riau untuk meminta klarifikasi terhadap anggota DPRD yang terlibat.
“Pelapor (F) datang untuk membuat laporan, ya kami tindak lanjuti. Kami menjalankan tugas sebagai penegak hukum dan tidak ada urusan dengan kepentingan politik,” kata Esha.
Esha mengatakan, dalam penanganan laporan tersebut, penyidik melakukan sejumlah langkah penyelidikan. Selain mengecek rekaman CCTV dan mengantar pelapor ke RS Kabupaten Tangerang untuk menjalani visum, penyelidik juga telah meminta klarifikasi dari F.
Polisi turut meminta keterangan dari Giri Pramono selaku petugas CCTV, Arif Darmawan selaku petugas maskapai, serta Junaidi Satrya Putra dan Wita Sumarni yang merupakan rekan pelapor. Selanjutnya, polisi berencana meminta klarifikasi kepada Victor Parulian dan Rois yang disebut sebagai pihak yang melerai kejadian, serta Z sebagai terlapor. Esha mengatakan, pihaknya tetap berupaya menuntaskan penanganan laporan tersebut di tengah adanya dinamika di lingkungan politik daerah.
"Kami merencanakan gelar perkara untuk menentukan apakah status penanganan kasus dapat ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan setelah tahapan klarifikasi dilakukan," kata Esha.