Tangerang, IDN Times - Warga etnis Tionghoa di sekitar Jakarta umumnya dikenal sebagai pedagang yang ulung atau profesi lain yang membuat taraf hidup mereka lebih baik. Namun, tidak dengan etnis Tionghoa di Tangerang yang dikenal sebagai warga Cina Benteng.
Sekian abad mereka berasimilasi di Tangerang, banyak dari mereka kini berprofesi sebagai petani atau profesi lain yang mengasosiasikan dengan warga berpenghasilan bawah hingga menengah. Tapi, ada satu warga Cina Benteng yang sangat lain daripada yang lain.
Dia adalah Efendi, 23 tahun, warga Tenjo di perbatasan Tangerang dan Bogor yang berprofesi sebagai joki skripsi hingga penulis hantu atau ghost writer.
"Sebut saja saya Din, itu adalah nama Tionghoa saya, itu juga nama panggilan saya ketika di rumah. Ya, hampir semua etnis Tionghoa di Indonesia memang memiliki dua nama. Marga saya Chia," ujar Efendi.