Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kadar E. coli pada Sampel Air di Rumah Warga Serpong Lagoon Capai 955

Kota Tangerang Selatan
3 min read
Kadar E. coli pada Sampel Air di Rumah Warga Serpong Lagoon Capai 955
penampakan bakteri di bawah mikroskop (pexels.com/Turek)
  • Dinkes Tangsel menemukan kontaminasi E. coli di seluruh blok Serpong Lagoon, dengan kadar tertinggi 955 pada rumah warga; angka ideal untuk air adalah nol.

  • Dinkes merekomendasikan penghentian sementara pasokan air PT Arfa Putra Soegama karena berisiko memicu mual, muntah, diare, hingga demam; warga diminta memakai air kemasan higienis.

  • Pengelola diminta mencari sumber air bersih, membersihkan instalasi dan memeriksa pipa; distribusi hanya boleh berjalan lagi setelah uji laboratorium memenuhi syarat dan perbaikan diverifikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air di seluruh blok Perumahan Serpong Lagoon. Hasil uji sampel menunjukkan kadar E. coli di salah satu rumah warga bahkan mencapai angka 955.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel, Fitria Oriza, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan air yang dialirkan kepada warga tidak layak digunakan.

“Idealnya kadar E-coli pada air di angka nol,” ungkap Fitria di lokasi, Minggu (18/10/2026).

  1. 1. Sampel air rumah warga capai 955

    ilustrasi air putih
    ilustrasi air putih (magnific.com/magnific)

    Fitria menjelaskan, kadar E. coli tertinggi ditemukan pada sampel air dari rumah Rizky Dewantoro di Blok A, yakni mencapai 955.

    Sementara itu, hasil pengujian pada reservoir mencatat kadar E. coli sebesar 14. Adapun sampel air dari rumah warga di Blok B1/11 menunjukkan kandungan bakteri mencapai 660.

    “Artinya air yang disalurkan ke rumah-rumah warga pelanggan tidak layak pakai,” kata Fitria.

    Atas temuan tersebut, Dinkes Tangsel merekomendasikan sementara agar penggunaan air yang dipasok PT Arfa Putra Soegama kepada warga Perumahan Serpong Lagoon dihentikan. Fitria mengatakan kadar bakteri yang mencapai ratusan berpotensi menambah jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan.

    Jika air tersebut tetap digunakan, warga berisiko mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, diare hingga demam tinggi. Untuk kebutuhan konsumsi, Dinkes menyarankan warga menggunakan air minum kemasan yang higienis.

  2. 2. Pengelola diminta cari alternatif air bersih

    Ilustrasi air yang sudah disuling
    Ilustrasi air yang sudah disuling (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Dinkes Tangsel juga meminta pengelola air maupun warga pelanggan mencari alternatif sumber air bersih. Selain itu, instalasi pengolahan air diminta rutin dikuras, dibersihkan dan didisinfeksi. Pengelola juga diminta melakukan optimalisasi instalasi serta pemeriksaan laboratorium secara rutin.

    “Pastikan kadar sisa Flor bebas pada jam distribusi. Termasuk titik terjal pada sambungan rumah sesuai persyaratan teknis,” ujar Fitria.

    Jaringan perpipaan juga perlu diperiksa, khususnya bagian yang berada dekat saluran air limbah dan septic tank.

  3. 3. Kualitas air harus diuji sebelum kembali digunakan

    Petugas membersihkan filter air PDAM di Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
    Ilustrasi PDAM (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

    Pengelola juga diminta rutin memeriksa kualitas air baku, termasuk parameter kimia dan mikrobiologi. Pemeriksaan harian terhadap pH, TBS dan sisa klor juga perlu dilakukan. Distribusi air dari instalasi pengolahan air atau WTP baru dapat kembali beroperasi setelah hasil uji laboratorium memenuhi persyaratan dan perbaikan teknis diverifikasi oleh perangkat daerah di Kota Tangsel.

    Fitria juga mengingatkan warga untuk rutin membersihkan tandon air di rumah.

    “Adapun untuk warga edukasi untuk tandon di rumah harus sering dibersihkan. Masak, mandi dan sikat gigi tidak digunakan,” papar Fitria Oriza.

    Sementara itu, PT Arfa Putra Soegama selaku penjual jaringan air di Serpong Lagoon mengakui telah melakukan pengujian laboratorium.

    Namun, perusahaan menyebut hasil pengujiannya menunjukkan kadar E. coli di bawah angka 150.

    PT Arfa Putra Soegama mengklaim penurunan kualitas baku mutu air terjadi akibat musim kemarau. Sementara terkait keberadaan bakteri E. coli, perusahaan menduga kontaminasi berasal dari jaringan pipa yang mengalirkan air ke rumah-rumah warga.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More