Anak Surakman, Yayat saat di Polda Banten (Dok. Khaerul Anwar)
Penantian keluarga akhirnya terjawab setelah hasil pemeriksaan DNA keluar. Yayat mengatakan hasil tersebut memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di sekitar Pulau Enggano merupakan ayahnya, Surakman.
Bagi keluarga, kepastian tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak Surakman dinyatakan hilang. Kesedihan tetap dirasakan, tetapi keluarga kini dapat memberikan penghormatan terakhir dan mengantarkan Surakman untuk dimakamkan.
“Alhamdulillah dari hasil tes DNA memang benar adalah itu orang tua saya,” tutur Yayat.
Surakman diketahui merupakan warga Kampung Pagedongan, Desa Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang berada di atas kapal Arupadhatu 1 ketika kapal tersebut hilang kontak dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Setelah pencarian dilakukan selama beberapa hari di perairan Selat Sunda, jenazah yang diduga Surakman ditemukan di wilayah perairan Bengkulu, sekitar Pulau Enggano. Identitas jenazah kemudian dipastikan melalui pemeriksaan DNA dengan keluarga.