Tangerang Selatan, IDN Times – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama sejak 2025. Namun, capaian tersebut masih dihadapkan pada persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus terjadi.
Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 285 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tangsel. Dari berbagai jenis kekerasan tersebut, kasus kekerasan seksual terhadap anak disebut menjadi salah satu yang cukup dominan.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tangsel, Cahyadi, mengatakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi laporan terbanyak. Namun setelahnya, kasus pelecehan atau kekerasan seksual, khususnya yang korbannya anak, juga cukup banyak.
“Kalau yang agak mendominasi itu KDRT. Kemudian yang cukup banyak juga pelecehan seksual, dan itu dominan pada anak,” kata Cahyadi, Jumat (9/10/2026).
