Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ada 1.551 Kopdes di Banten, Manajernya Masih Belum Jelas

Kota Serang
3 min read
Ada 1.551 Kopdes di Banten, Manajernya Masih Belum Jelas
Ilustrasi gerai KDMP.(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Sebanyak 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di Banten, tetapi penempatan manajer belum jelas karena masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
  • Operasional koperasi menunggu verifikasi dan validasi selesai serta masuk Simkopdes; proses di Banten ditargetkan rampung akhir September 2026 sebelum arahan Kementerian Koperasi.
  • Sekitar 400 gerai fisik telah dibangun dan 694 koperasi sudah berjalan, sementara skema penempatan manajer masih berubah dan bergantung pada kesiapan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serang, IDN Times - Sebanyak 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah berdiri di Provinsi Banten. Namun, hingga kini penempatan manajer koperasi tersebut masih belum jelas karena Pemerintah Provinsi Banten masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Banten, Agus Mintono, mengatakan, pihaknya belum menerima informasi mengenai jumlah maupun penempatan manajer KDKMP dari pemerintah pusat.

"Manajer nanti diputuskan oleh pusat, kita belum dapat informasi. Jadi kemungkinan besar disesuaikan dengan gerai yang telah siap dan telah diverifikasi, nanti tahap bertahap," kata Agus, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Penempatan manajer masih menunggu Kemenkop

    IMG_20260127_094320.jpg
    Seorang penarik sampah melewati depan bangunan Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Agus mengatakan, operasional KDKMP di Banten akan dimulai setelah seluruh proses verifikasi dan validasi (verval) selesai. Hasil verval nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem Simkopdes sebelum menunggu arahan Kementerian Koperasi.

    "Setelah selesai verval nanti masuk Simkopdes, nanti tinggal tunggu arahan dari Kemenkop," ujarnya.

    Menurut Agus, proses verval ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Ia menyebut pelaksanaannya di Banten masih berjalan sesuai target.

    "Targetnya di akhir September, ini tinggal lihat apakah tercapai atau tidak. Kalau di kita, alhamdulillah insyaallah sesuai target," katanya.

  2. 2. Baru sekitar 400 gerai yang terbangun

    IMG_20260127_095731.jpg
    Tumpukan beras berbagai merek dijual di Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Agus menjelaskan, secara badan hukum seluruh KDKMP di Banten telah berdiri sejak 2025. Namun, pembangunan fisik gerai belum seluruhnya rampung karena masih terkendala ketersediaan lahan.

    "Kalau Kopdes sudah berdiri sejak tahun 2025 secara badan hukum. Secara fisik di kita sekitar ada 400-an, fisik gerai sedang dibangun dan sudah jadi sekitar 400," jelasnya.

    Dari total 1.551 KDKMP tersebut, sekitar 694 koperasi yang tersebar di delapan kabupaten dan kota telah berjalan. Sebagian menggunakan modal swadaya daerah, sementara lainnya mendapat dukungan melalui CSR.

    "Itu ada 694 yang sudah berjalan, dengan modal sebagian daerah ada yang modal swadana, yang sebagian daerah ada yang modal bantuan dari CSR," katanya.

  3. 3. Skema penempatan manajer ikut berubah

    Mobil Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
    Mobil Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. (IDN Times/Alya Achyarini)

    Agus mengatakan, mekanisme penempatan manajer juga masih mengalami perubahan. Sebelumnya, terdapat skema yang memungkinkan manajer ditempatkan atau di-switch ke berbagai wilayah.

    Kini muncul wacana agar manajer dikembalikan ke daerah asal. Namun, skema tersebut belum dipastikan karena masih menunggu keputusan Kementerian Koperasi.

    "Dulu itu terjadi perubahan, yang awalnya bisa di-switch ke berbagai tempat, sekarang ada wacana dikembalikan ke daerah asal. Ada wacana, ya. Kita belum tahu juga yang mana yang akan dipakai. Jadi nunggu dari Kemenkop," ujarnya.

    Sementara mengenai target manajer mulai bertugas pada awal Oktober 2026, Agus menyebut hal tersebut masih bergantung pada kesiapan secara nasional.

    "Iya, kalau target seperti itu. Coba kita lihat nanti realisasi secara nasional, kesiapan nasional juga itu lebih dominan," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More