Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Fakta Kecelakaan Maut 2 Siswa di Alam Sutera Tangsel

Kota Tangerang Selatan
2 min read
6 Fakta Kecelakaan Maut 2 Siswa di Alam Sutera Tangsel
Ilustrasi Sajam. (Dok. Polda Metro)
  • Dua siswa berinisial A (14) dan W (15), suporter futsal SMPN 34 Kota Tangerang, meninggal di lokasi kecelakaan di Alam Sutera pada Jumat, 9 Oktober 2026.

  • Rekaman CCTV dan keterangan polisi menunjukkan rombongan siswa SMPN 34 diduga panik setelah berpapasan dengan pelajar SMK Yadika 4 Ciledug yang disebut membawa senjata tajam dan stik golf.

  • Saat berusaha menghindari pengejaran menuju Sport Center Alam Sutera, motor korban kehilangan kendali dan menabrak trotoar; jenazah dievakuasi ke RSUD Tangerang, sementara polisi menangani kasus ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Kecelakaan maut menewaskan dua siswa di kawasan Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kedua korban meninggal setelah sepeda motor yang ditumpangi menabrak trotoar saat berusaha menghindari kejaran rombongan pelajar atau gangster.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Detik-detik kejadian terekam kamera CCTV milik pengembang kawasan Alam Sutera.

Berikut sejumlah fakta dalam kecelakaan maut tersebut.

  1. 1. Dua siswa meninggal dunia

    Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)
    Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)

    Dua korban berinisial A (14) dan W (15). Keduanya merupakan siswa yang disebut tengah berada dalam rombongan suporter tim futsal SMPN 34 Kota Tangerang.

    Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang ditumpangi mengalami kecelakaan.

    Kapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan kedua korban mengalami luka memar pada bagian wajah, terutama dahi.

    “Korban mengalami luka memar di wajah, khususnya di dahi pada kedua korban. Diduga akibat benturan ke trotoar,” kata Suhardono, Sabtu (10/10/2026).

  2. 2. Kejadian terekam CCTV

    ilustrasi CCTV
    ilustrasi CCTV (unsplash.com/Alex 張飛)

    Detik-detik sebelum kecelakaan terekam kamera pengawas di kawasan Alam Sutera.

    Dalam rekaman sekitar pukul 17.00 WIB, terlihat sekelompok siswa yang menjadi suporter tim futsal SMPN 34 Kota Tangerang melintas di depan SPBU Pertamina Alam Sutera.

    Pada saat bersamaan, dari arah Graha Raya melintas rombongan pelajar yang disebut berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug.

  3. 3. Rombongan pelajar disebut membawa senjata tajam

    IMG_20260612_111027.jpg
    Ilustrasi gangster. (IDN Times/Istimewa)

    Berdasarkan keterangan polisi, rombongan pelajar dari SMK Yadika 4 Ciledug tersebut terlihat membawa senjata tajam dan stik golf.

    Melihat rombongan tersebut, siswa SMPN 34 Kota Tangerang diduga panik dan berusaha menjauh.

    “Melihat rombongan tersebut, para siswa asal Pinang diduga panik dan berusaha menjauh,” ungkap Suhardono.

  4. 4. Terjadi aksi kejar-kejaran

    AI - Ilustrasi
    Ilustrasi AI Kejar-kejaran di jalan dan membawa sajam

    Rombongan pelajar SMK Yadika 4 Ciledug kemudian disebut mengejar siswa SMPN 34 Kota Tangerang.

    Para siswa SMPN 34 yang melihat rombongan tersebut membawa senjata tajam berusaha menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera.

    Pengejaran kemudian berlanjut hingga arah Polsubsektor Alam Sutera.

  5. 5. Motor korban menabrak trotoar

    Ilustrasi mayat (Foto: IDN Times)
    Ilustrasi mayat (Foto: IDN Times)

    Dalam kondisi panik, siswa SMPN 34 Kota Tangerang memacu sepeda motornya.

    Saat melintas di dekat Cluster Sutera Nerada, sepeda motor yang ditumpangi kedua korban kehilangan kendali dan menabrak trotoar.

    Benturan tersebut menyebabkan kedua korban mengalami luka serius hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

  6. 6. Jenazah dibawa ke RSUD Tangerang

    Kamar jenazah RSUD Tangerang (IDN Times/Muhamad Iqbal)
    Kamar jenazah RSUD Tangerang (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Setelah kejadian, kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang untuk menjalani pemeriksaan medis.

    Polisi masih menangani peristiwa tersebut berdasarkan keterangan dan rekaman CCTV yang tersedia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More