ilustrasi. IDN Times/Ita Malau
Disinggung soal teknis pendistribusian, bantuan akan diberikan secara nontunai atau langsung ditransfer ke rekening penerima agar bisa lebih cepat sampai. Pemberian bantuan dalam bentuk uang juga dipilih karena bisa lebih fleksibel. Penerima bantuan bisa membelanjakan sesuai kebutuhannya masing-masing.
"Ini lebih efisien, efektif, dan akuntabel. Sebetulnya presiden ingin ini dalam bentuk sembako agar ada efek ke ekonomi mikro di pasar. Akan tetapi karena waktunya singkat maka metode itu yang dipilih," tuturnya.
Andai bantuan dikonversikan ke sembako, menurut Rina, prosesnya akan cukup sulit karena adanyya PSBB. Bahkan Rina menilai pembiayaannya akan lebih besar karena membutuhkan jasa pengawalan saat pendistribusian.
"Insya Allah dengan kebijakan Pak Gubernur ini tetap ada multiplier effect atas uang yang beredar di masyarakat akan berjalan," ujarnya.
Lebih lanjut dipaparkan Rina, soal kapan bantuan ini bisa dicairkan pihaknya berupaya untuk bisa dilakukan secepatnya. Kini pemprov masih fokus pada proses pendataan calon penerima. "Ekspos data dulu," tuturnya.