8.352 Warga Tangsel Terdampak Kekeringan, Andalkan Bantuan Air Bersih

Kemarau di Tangerang Selatan memicu 49 titik kekeringan hingga 13 Oktober 2026, berdampak pada 2.485 kepala keluarga atau 8.352 warga di sembilan kelurahan.
BPBD Tangsel telah mendistribusikan 2.093.000 liter air bersih hingga 12 Oktober 2026, dengan pasokan dari PT Tirta Traya Cisadane dan Tirta Kerta Raharja.
Kecamatan Setu menjadi wilayah paling terdampak, sementara warga Keranggan menyatakan bantuan air bersih membantu kebutuhan memasak dan mengurangi pengeluaran membeli air.
Tangerang Selatan, IDN Times – Dampak kemarau di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meluas. Hingga Selasa (13/10/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat 49 titik kekeringan dengan total 2.485 kepala keluarga atau 8.352 jiwa terdampak.
Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, mengatakan kondisi tersebut tersebar di sembilan kelurahan di wilayah Tangsel. Pemerintah juga terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Sebaran dampak kemarau telah meluas. Sudah 49 titik kekeringan,” ujar Essa, Rabu (14/10/2026).
1. Air bersih yang disalurkan capai 2,09 juta liter
Hingga 12 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan kepada warga terdampak mencapai 2.093.000 liter. Essa memastikan distribusi air bersih masih berlangsung hingga saat ini. Jumlah air yang disalurkan diperkirakan terus bertambah seiring meluasnya dampak kemarau.
“Tentunya jumlah air bersih yang didistribusikan untuk warga terdampak kemarau bertambah,” katanya.
Pasokan air bersih tersebut diambil dari PT Tirta Traya Cisadane yang bekerja sama dengan Tirta Kerta Raharja, badan usaha milik daerah Pemerintah Kabupaten Tangerang, di wilayah Serpong, Tangsel.
2. Kecamatan Setu jadi wilayah paling banyak terdampak

Warga Tangsel terpaksa mencuci pakaian di Sungai Cisadane akibat kekeringan (IDN Times/Muhamad Iqbal) Menurut Essa, wilayah Kecamatan Setu menjadi salah satu kawasan dengan dampak kemarau paling banyak. Kekeringan terjadi di Kelurahan Keranggan, Babakan, Muncul, dan Bakti Jaya.
Di Kelurahan Muncul, misalnya, terdapat empat titik permukiman warga yang terdampak, yakni RT 001/RW 001, RT 004/RW 002, RT 003/RW 006, dan RT 006/RW 002. Sementara di Kecamatan Serpong, sebaran kekeringan terdapat di Kelurahan Serpong, Buaran, dan Lengkong Gudang.
“Kelurahan Serpong di RT 006 RW 004, Lengkong Gudang di RT 001 RW 002,” jelas Essa.
3. Warga akui bantuan air sangat membantu
Paryati, warga RT 004/RW 02, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, mengaku terbantu dengan distribusi air bersih dari Pemerintah Kota Tangsel. Ia mengatakan bantuan tersebut dapat mengurangi pengeluaran keluarga untuk membeli air selama musim kemarau.
“Ketimbang beli, duitnya gak sedikit,” kata Paryati.
Menurutnya, air bersih yang diterima dapat digunakan untuk kebutuhan memasak. Setiap mengantre distribusi air, Paryati membawa sejumlah wadah, mulai dari enam ember, galon, hingga bak untuk menampung air.
“Sangat kebantu buat kita yang kerasa pas musim kemarau kayak gini,” ujarnya sambil memindahkan air dari keran toren penampungan.


















