Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ada Klaster Pondok Pesantren di Tangsel, Penularannya dari Jawa Timur

Kota Tangerang Selatan
Ada Klaster Pondok Pesantren di Tangsel, Penularannya dari Jawa Timur
Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Deden Deni (IDN Tim)es/Muhamad Iqbal
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times - Salah satu pondok pesantren di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi klaster penyebaran COVID-19. Diduga, penularannya dibawa oleh santri asal Jawa Timur.

Klaster penyebarannya di pondok pesantren ini diketahui sekitar dua minggu lalu. Di mana ketika itu, kegiatan di lingkungan Ponpes telah dimulai kembali. Kebanyakan dari mereka, merupakan santri asal luar Kota Tangsel.

"Itu sekira dua minggu lalu. Jadi kan ada satu pondok pesantren yang santrinya itu asal luar daerah. Kemungkinan dari situ penyebarannya," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Deden Deni, Rabu (5/8/2020).

  1. 1. Kadinkes sebut penyebarannya tak masif

    Ilustrasi COVID-19. IDN Times/Rochmanudin
    Ilustrasi COVID-19. IDN Times/Rochmanudin

    Deden sendiri tak menyebut spesifik berapa banyak santri dan pengurus pesantren yang terkonfirmasi positif. Namun Deden menjelaskan, jumlahnya tak massif dan kini kebanyakan telah dinyatakan sembuh. Meskipun masih ada yang tengah menjalani perawatan.

    "Nggak banyaklah dan sudah pada sembuh. Ada yang dirawat di rumah COVID-19, diisolasi di sana," katanya.

  2. 2. Klaster ini awalnya tak terdeteksi

    Klaster Perkantoran DKI (IDN Times/Sukma Shakti)
    Klaster Perkantoran DKI (IDN Times/Sukma Shakti)

    Menurut Deden, penyebaran itu tak terendus sejak awal lantaran para santri tak menunjukkan gejala apapun. Setelah di-rapid test dan swab test, barulah terungkap kebanyakan mereka terkonfirmasi positif.

    "Mereka kan OTG, jadi memang awalnya sulit diantisipasi sejak awal hingga akhirnya menyebar," imbuhnya.

  3. 3. Pesantren tersebut sudah beroperasi lagi

    Ilustrasi Pesantren Dok.Humas Jabar
    Ilustrasi Pesantren Dok.Humas Jabar

    Deden mengatakan, kini aktivitas pesantren tersebut telah dibuka kembali setelah melalui sterilisasi dan pengecekan tim gugus tugas. Para pengurusnya sendiri telah diuji swab, dan hasilnya negatif.

    "Sudah normal lagi, karena sudah sembuh semua, itu kan dua minggu lalu. Nggak ada yang dirawat," kata Deden.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More