Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil Siapkan Revisi RUPTL Dorong Target Pembangkit Listrik 100 GW
Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Digelar di Tangerang (Dok. Enlit Asia)
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, sebagai forum kolaborasi untuk ketahanan energi dan transisi bersih ASEAN.

  • Pemerintah akan merombak RUPTL guna menyediakan landasan hukum bagi target penambahan kapasitas listrik 100 GW dan agenda transisi energi.

  • Acara tiga hari ini menghadirkan lebih dari 11.000 profesional, 280 exhibitor internasional, dan 300 pembicara untuk membahas jaringan, energi bersih, digitalisasi, data center, serta nuklir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka gelaran Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, Bahlil menekankan pentingnya membangun sistem energi yang semakin tangguh untuk siap menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik, perkembangan industri dan infrastruktur digital, serta percepatan transisi energi di kawasan ASEAN.

Bahlil mengungkapkan, ajang ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendukung target besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama proyek pembangkit listrik 100 Gigawatt (GW) serta percepatan transisi menuju energi bersih.

​"Ini adalah forum untuk mempertemukan regulator, pemerintah, akademisi yang membuat hak cipta, dan pelaku usaha," kata Bahlil, Selasa (22/9/2026).

1. RUPTL Bakal Dirombak demi target 100 GW

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Digelar di Tangerang (Dok. Enlit Asia)

​Bahlil menuturkan, pemerintah Indonesia saat ini menargetkan penambahan kapasitas kelistrikan hingga 100 GW serta agenda transisi energi, untuk itu, pemerintah memastikan bakal merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan penyesuaian aturan sangat krusial agar eksekusi di lapangan memiliki payung hukum yang jelas.

"Pasti kita akan melakukan penyesuaian revisi RUPTL. Karena tidak mungkin program jalan tanpa ada landasan aturannya. RUPTL ini kita sedang akan melakukan perombakan," tegasnya.

2. Permintaan listrik di Asia Tenggara semakin meningkat

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Digelar di Tangerang (Dok. Enlit Asia)

Sebagai salah satu platform utama sektor listrik dan energi di ASEAN, Enlit Asia menghadirkan berbagai pembahasan yang mencakup seluruh nilai industri, mulai pembangkitan, transmisi dan distribusi, modernisasi jaringan, hingga digitalisasi dan pemanfaatan teknologi baru di sektor energi.

Simon Hoare, Portfolio Director Enlit Asia-Clarion Events, mengatakan, kolaborasi antara Enlit Asia dan Electricity Connect tahun ini menghadirkan sesuatu yang unik, dengan menggabungkan kekuatan sektor ketenagalistrikan Indonesia dengan komunitas ASEAN dan internasional yang lebih luas.

Apalagi, permintaan listrik di Asia Tenggara terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan industri, serta perkembangan pesat di sektor seperti data center dan infrastruktur digital.

"Di saat yang sama, kawasan ini juga terus menambah kapasitas energi terbarukan, memperkuat jaringan listrik, dan mengembangkan bauran teknologi yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara andal dan terjangkau," katanya.

Simon menegaskan, Indonesia berada di pusat dari berbagai perubahan ini, makanya Enlit Asia mempertemukan para pembuat kebijakan, operator sistem ketenagalistrikan, pengembang proyek, investor, dan penyedia teknologi.

"Agar mereka dapat berbagi pengalaman praktis dan membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri," katanya.

3. Ada 280 exhibitor internasional dan 11 ribu profesional sektor energi yang hadir

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Digelar di Tangerang (Dok. Enlit Asia)

Diketahui, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 menghadirkan lebih dari 11.000 profesional sektor energi, 280 exhibitor internasional, serta ratusan pembicara dari berbagai negara. Acara ini menjadi platform bagi seluruh ekosistem energi untuk bertukar wawasan, mengeksplorasi perkembangan teknologi, serta membangun kolaborasi dalam menjawab kebutuhan sektor kelistrikan yang terus berkembang.

Strategic Summit akan menjadi salah satu agenda utama selama tiga hari penyelenggaraan, dengan empat jalur konferensi utama yakni Grid Modernisation, Clean & Thermal Generation, Powering Industries & Decarbonisation, serta Digitalisation & AI. Agenda ini akan berjalan bersamaan dengan berbagai forum yang dinantikan, termasuk Nickel Power Forum, 2nd Nuclear Forum, Clean Energy Investor Agora, serta DC X POWER (Data Center Power Forum) yang baru diluncurkan.

Salah satu agenda utama dalam program 2026 adalah rangkaian pertemuan tingkat tinggi dalam empat bagian yang mempertemukan pemerintah dan pembuat kebijakan, CEO perusahaan utilitas, regulator energi, serta organisasi internasional.

"Forum ini akan membahas ketahanan energi regional, investasi infrastruktur, kerja sama ketenagalistrikan lintas negara, serta kebijakan yang membentuk masa depan sistem ketenagalistrikan ASEAN," jelasnya.

Summit ini menghadirkan lebih dari 300 pembicara ahli yang berasal dari perusahaan utilitas terkemuka, pemerintahan, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 menghadirkan rangkaian Strategic Summit, Knowledge Hubs, forum khusus, pameran teknologi, serta sesi business matching. Berbagai agenda akan membahas isu-isu seperti Grid Modernisation, Clean & Thermal Generation, Powering Industries & Decarbonisation, Digitalisation & AI, kebutuhan energi untuk data center, serta pengembangan energi nuklir.

Melalui rangkaian diskusi, pameran, dan pertemuan bisnis tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan serta mendorong implementasi solusi yang mendukung sistem energi Indonesia dan ASEAN yang semakin andal, tangguh, terjangkau, dan berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article