Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cegah Kebakaran, TPA Cipeucang Rutin Disemprot Air saat Kemarau

Kota Tangerang Selatan
Cegah Kebakaran, TPA Cipeucang Rutin Disemprot Air saat Kemarau
TPA Cipeucang sudah overkapasitas (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya Sih
  • DLH Tangerang Selatan meningkatkan pencegahan kebakaran di TPA Cipeucang saat kemarau dengan penyemprotan air pada tumpukan sampah untuk mengantisipasi percikan api dari gas metana.
  • Penyemprotan cairan penghilang bau tetap dilakukan tiga kali sehari, sementara mobil tangki air dikerahkan pagi dan sore serta Damkar Tangsel menyemprot rutin setiap pekan.
  • DLH menata dan menutup area terbuka, merelokasi sampah yang berpotensi mencemari anak sungai, sekaligus menyiapkan TPA Cipeucang untuk fasilitas PSEL; pembuangan sampah masih dihentikan sejak akhir 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang selama musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mitigasi penyemprotan air secara rutin pada tumpukan sampah untuk mengantisipasi potensi percikan api akibat gas metana.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLH Kota Tangsel, Desna Gera Andika, mengatakan mitigasi dilakukan karena cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran di area TPA.

1. Penyemprotan cairan penghilang bau dilakukan tiga kali sehari

tpa cipeucang
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU)

Desna menjelaskan, penyemprotan cairan penghilang bau sebenarnya sudah menjadi kegiatan rutin bahkan sebelum musim kemarau berlangsung.

“Kami dari UPT rutin melakukan penyemprotan tiga kali sehari. Kita rutin penyemprotan dengan cairan penghilang bau sampah,” kata Desna, Selasa (28/7/2026).

Selain mengurangi bau, penyemprotan juga bertujuan menjaga kondisi lingkungan di sekitar TPA Cipeucang.

2. Tambah penyemprotan air untuk cegah kebakaran

Sampah di TPA Cipeucang Tangsel (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Sampah di TPA Cipeucang Tangsel (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Memasuki musim kemarau, DLH menambah penyemprotan menggunakan mobil tangki air pada pagi dan sore hari. Langkah itu dilakukan untuk menekan risiko munculnya percikan api yang dipicu gas metana dari tumpukan sampah.

“Pada musim kemarau ini kita punya fasilitas mobil tangki air yang kita manfaatkan setiap siang hari dan sore,” ujarnya.

DLH juga berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel yang mengerahkan mobil pemadam untuk melakukan penyemprotan rutin setiap pekan.

“Alhamdulillah atas instruksi wali kota, kita berkolaborasi juga dengan dinas pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan rutin selama seminggu sekali,” tuturnya.

3. TPA Cipeucang masih ditata untuk persiapan PSEL

TPA Cipeucang
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU)

Selain mitigasi kebakaran, DLH juga terus melakukan penataan kawasan TPA Cipeucang. Sampah yang berpotensi mencemari anak sungai secara bertahap direlokasi ke area landfill yang telah ditata.

Penataan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Cipeucang.

“Kita juga sambil lakukan penataan dan menutup area-area terbuka sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan sementara aktivitas pembuangan sampah masih kita hentikan,” kata Desna.

Diketahui, TPA Cipeucang merupakan satu-satunya tempat pemrosesan akhir sampah di Kota Tangerang Selatan. Aktivitas pembuangan sampah ke lokasi tersebut telah dihentikan sejak akhir 2025 setelah kapasitasnya dinilai telah melebihi batas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More