Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Kelima Pencarian Jurnalis, SAR Temukan Jeriken, Helm dan 2 Life Jacket

Kab. Pandeglang
Hari Kelima Pencarian Jurnalis, SAR Temukan Jeriken, Helm  dan 2 Life Jacket
Hari Kelima Pencarian, SAR Temukan Jeriken, Helm dan 2 Life Jacket (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Pada hari kelima pencarian delapan penumpang speedboat hilang kontak di Selat Sunda, tim SAR menemukan jeriken biru, helm merah, serta dua life jacket.

  • SAR belum memastikan barang-barang temuan berkaitan dengan speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal; seluruhnya diserahkan untuk identifikasi pihak berwenang.

  • Pencarian melibatkan 14 alut dalam tujuh sektor oleh berbagai unsur, tetapi operasi udara dan jarak pandang terkendala kabut tebal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pandeglang, IDN Times — Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang saat pencarian di hari kelima terhadap delapan orang, setelah lost contact di perairan Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten, Al Amrad, mengatakan barang yang ditemukan terdiri satu jeriken minyak berwarna biru, satu helm merah, serta dua life jacket berwarna oranye dan merah. Namun keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum ditemukan.

“Betul, KN SAR Tetuka menemukan jeriken, helm, dan dua life jacket. Saat ini barang bukti sedang dibawa oleh tim menuju darat untuk diserahkan ke pihak berwenang guna identifikasi lebih lanjut,” kata Al Amrad dalam konfrensi pers di posko pencarian Dermaga Marina Lippo Carita, Sabtu (12/9/2026).

  1. 1. Jeriken ditemukan pukul 10.05 WIB

    IMG_20260911_161035.jpg
    Tim SAR Lampung terus melakukan pencarian terhadap jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda. (Dok. Basarnas Lampung).

    Temuan pertama berupa jeriken minyak berwarna biru ditemukan KN SAR Tetuka pada pukul 10.05 WIB. Barang tersebut ditemukan di perairan pada koordinat 06° 02’ 71.61” S - 105° 31’ 54.14” E. Tim sempat menerbangkan drone untuk melakukan pemantauan, tetapi pencarian dari udara terkendala kabut.

    Selanjutnya, pada pukul 12.33 WIB, tim menemukan helm berwarna merah di koordinat 06° 18’ 84.6” S - 105° 31’ 71.6” E. Pada pukul 17.10 WIB, kembali ditemukan life jacket berwarna oranye di koordinat 06° 11’ 12.17” S - 105° 42’ 05.35” E. Temuan terakhir terjadi pukul 18.09 WIB, berupa life jacket berwarna merah di koordinat 06° 06’ 37.57” S - 105° 47’ 41.04” E.

    Barang-barang tersebut kemudian dibawa menuju Dermaga Ciwandan untuk diserahkan kepada pihak berwenang.

  2. 2. SAR belum memastikan barang temuan terkait korban

    Hari Kelima Pencarian, SAR Temukan Jeriken, Helm dan 2 Life Jacket (IDN Times/Muhamad Iqbal)
    Tim SAR Lampung terus melakukan pencarian terhadap jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda. (Dok. Basarnas Lampung).

    Al Amrad mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh barang yang ditemukan tersebut berkaitan dengan speedboat yang hilang. Identifikasi terhadap barang-barang itu akan dilakukan oleh pihak yang berwenang setelah diserahkan oleh tim SAR.

    “Untuk hasil identifikasi nanti disampaikan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Kami sudah menyerahkan temuan tersebut, tinggal kita tunggu bersama hasilnya,” ujarnya.

    Ia menegaskan, fokus Basarnas saat ini tetap melakukan pencarian dan pertolongan terhadap para korban.

  3. 3. Pencarian dibagi dalam 7 sektor

    Hari Kelima Pencarian, SAR Temukan Jeriken, Helm dan 2 Life Jacket (IDN Times/Muhamad Iqbal)
    Hari Kelima Pencarian, SAR Temukan Jeriken, Helm dan 2 Life Jacket (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Pada hari kelima, sebanyak 14 alat utama (alut) dikerahkan, termasuk unsur udara. Seluruhnya dibagi ke dalam tujuh sektor pencarian. Pencarian melibatkan unsur TNI AL, Polairud, Basarnas Kantor SAR Banten, Jakarta, Lampung hingga Bengkulu.

    Sementara itu, Heli Rescue 3604 melakukan pencarian dari udara selama sekitar 41 menit. Namun, sortie kedua tidak dapat dilakukan karena kondisi cuaca berkabut tebal.

    Kendala utama yang dihadapi seluruh tim di lapangan adalah kabut tebal yang mengganggu jarak pandang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More