Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kadispora Tangsel Mundur, DPRD Soroti Evaluasi Syarat Open Bidding
Ketua Komisi I DPRD Tangsel, Ledy MP Butar Butar (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • DPRD Tangsel menghormati pengunduran diri Kadispora Mukroni yang dikaitkan dengan kondisi kesehatan, sambil menilai aspek kemanusiaan perlu diperhatikan.

  • Komisi I DPRD mendorong BKPSDM mengevaluasi open bidding, termasuk mempertimbangkan indikator dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi calon pejabat.

  • DPRD meminta pengganti Mukroni segera melanjutkan pekerjaan tertunda dan persiapan agenda besar Tangsel agar pelayanan serta citra daerah tetap terjaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Mundurnya Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan, Mukroni, dinilai perlu menjadi bahan evaluasi dalam proses pengisian jabatan melalui open bidding di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel.

Ketua Komisi I DPRD Tangsel, Ledy MP Butarbutar mengatakan, keputusan Mukroni untuk mundur tetap harus dihormati, terlebih alasan yang disampaikan berkaitan dengan kondisi kesehatan.

Namun, menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi mekanisme dan indikator persyaratan bagi pejabat yang mengikuti proses seleksi terbuka agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

1. DPRD hormati keputusan Mukroni

Kadispora Tangsel Mukroni Mundur (Dok. Pemkot Tangsel)

Ledy mengatakan, dirinya menghormati keputusan Mukroni untuk meninggalkan jabatan Kadispora Tangsel. Ia menilai kondisi kesehatan merupakan persoalan personal yang tidak dapat dipaksakan. Karena itu, pemerintah juga perlu melihat persoalan tersebut dari sisi kemanusiaan.

“Apapun yang menjadi keputusan beliau, pertama kalau saya pribadi, pernyataan pribadi adalah menghormati apa yang menjadi keputusannya. Namun demikian, kita juga perlu lihat permasalahannya apa? Karena kan ada beberapa yang menjadi yang disampaikan, dan terakhir itu terkait masalah kesehatan,” kata Ledy.

Menurutnya, seseorang yang sedang mengalami persoalan kesehatan tentu tidak bisa dipaksa bekerja maksimal, terlebih ketika mendapat tanggung jawab besar.

2. Syarat kesehatan pejabat perlu dievaluasi

Ilustrasi ASN (Diskominfo Depok/Ilustrasi)

Ledy mengatakan, kondisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tangsel dalam proses seleksi pejabat melalui open bidding.

Ia mendorong adanya indikator kesehatan yang lebih menyeluruh sebelum seseorang menduduki jabatan dengan tanggung jawab besar.

“Nanti ini menjadi evaluasi ke depan kepada teman-teman BKPSDM untuk melakukan beberapa tambahan mungkin indikator syarat mekanisme di dalam pencalonan seseorang mengikuti open bidding,” ujarnya.

Menurut Ledy, apabila pemerintah pusat telah memiliki petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, Pemkot Tangsel masih dapat memberikan masukan berupa kebutuhan lokal.

Ia menilai pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk kemungkinan pemeriksaan tambahan, perlu dipertimbangkan dalam proses seleksi.

“Tapi kalau dari sisi kepegawaian, ini menjadi salah satu evaluasi untuk teman-teman bisa ke depan itu salah satu persyaratannya itu ya tes kesehatan secara menyeluruh ya, MCU dan lain sebagainya,” katanya.

3. Persiapan agenda besar Tangsel harus berlanjut

Ilustrasi ASN (Diskominfo Depok/Ilustrasi)

Ledy menilai, persoalan yang dialami Mukroni tidak boleh menghentikan pekerjaan yang tengah disiapkan Pemkot Tangsel.

Ia berharap pejabat yang nantinya ditunjuk menggantikan Mukroni dapat segera melanjutkan pekerjaan yang tertunda, terutama agenda besar yang tengah dipersiapkan Kota Tangsel.

“Harapan yang ke depan, yang ditunjuk oleh Pak Wali bisa menyelesaikan permasalahan yang ditinggalkan. Menyelesaikan permasalahan itu apa? Yaitu persiapan yang sedang disiapkan oleh hajatnya Kota Tangerang Selatan. Jadi kan tongkat estafet itu harus bisa dijalankan,” ujarnya.

Menurut Ledy, mundurnya seorang pejabat tentu dapat berdampak terhadap pekerjaan yang sedang berjalan. Beberapa agenda berpotensi tertunda sebelum pejabat pengganti mengambil alih.

“Dampak pasti ada, apa itu? Artinya pasti ada yang tertunda. Harus bisa diselesaikan hari ini, karena ada kemunduran, akhirnya ter-pending 1-2 hari,” katanya.

4. DPRD tak ingin persoalan ganggu citra Tangsel

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten Ke VI di Stadion Benteng Reborn, Tangerang (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Ledy menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh mengganggu persiapan Tangsel dalam menjalankan agenda besar sebagai tuan rumah.

Ia meminta pejabat yang melanjutkan tugas Mukroni dapat segera menjalankan tanggung jawabnya sehingga pelayanan dan persiapan agenda daerah tetap berjalan.

“Sebagai tuan rumah, kita harus bisa menyajikan yang terbaik. Jangan sampai membuat apa, menjadi citra yang tidak menjadi citra yang buruk, tetapi kejadian ini harus menjadi semangat bersama untuk menyajikan sesuatu yang terbaik di Tangerang Selatan,” tuturnya.

Terkait berbagai polemik yang sempat muncul sebelum Mukroni menjabat, Ledy mengatakan persoalan tersebut berada dalam ranah Komisi II DPRD Tangsel sebagai mitra kerja perangkat daerah terkait.

Ia menilai pejabat publik tetap memiliki konsekuensi atas jabatan yang diemban, termasuk menghadapi berbagai persoalan dan mencari solusi.

“Tapi harusnya sebagai pejabat publik yang sudah diamanahkan, ya konsekuensinya itu kan selalu ada, tinggal bagaimana dia maintain dan menghadapi. Ya, artinya permasalahan yang menjadi tantangan dan langkah yang menjadi solusi,” katanya.

Ledy juga menyampaikan doa agar Mukroni segera pulih. “Kita doakan beliau cepat sembuh, kan itu aja.”

Sementara terkait kondisi Mukroni setelah mundur, Ledy mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BKPSDM. Mukroni kini disebut ditugaskan di BKPSDM.

Curated For You

Editorial Team

Related Article