Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kasus Baru HIV di Banten Capai 2.100 Orang Selama 2024

Kota Serang
Kasus Baru HIV di Banten Capai 2.100 Orang Selama 2024
cegah HIV/AIDS sejak dini
Share Article

Serang, IDN Tumes - Kasus HIV di Provinsi Banten terus menunjukan tren peningkatan. Menurut Data Dinas Kesehatan Banten, kasus baru HIV sejak Januari sampai dengan Oktober 2024 mencapai 2.100 orang. Jumlah tersebut bahkan bisa lebih banyak lagi yang tidak tercatat.

"Dari 2.100 orang, dimana 9 persen atau 189 orang korban diantaranya IRT (Ibu Rumah Tangga )," kata Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, Minggu (1/11/2024).

1. Sebaran IRT yang terinfeksi HIV se-Banten

virus HIV di dalam sel darah
virus HIV di dalam sel darah

Ati menyampaikan, sebaran IRT yang terinfeksi HIV itu merata di seluruh kabupaten/kota di Banten. Namun, terbanyak masih berada di daerah Tangerang Raya.

Berikut sebaran IRT yang terinfeksi HIV berdasarkan data sebagai berikut:
1. Kota Cilegon : 9 kasus
2. Kota Serang : 14 kasus
3. Kota Tangerang : 38 kasus
4. Kota Tangerang Selatan : 16 kasus
5. Lebak : 13 kasus
6. Pandeglang :13 kasus
7. Serang : 23 kasus
8. Tangerang : 63 kasus

2. Ada fenomena baru, istri tertular dari suami gay

gambar dua pria dengan bendera LGBT (freepik.com/Freepik)
gambar dua pria dengan bendera LGBT (freepik.com/Freepik)

Berdasarkan hasil pendalaman dari kelompok sebaran, kata Ati, rata-rata penularan HIV dari pasangan yang berperilaku seks berisiko tinggi yang sering berganti-ganti pasangan seks, atau memiliki pasangan yang merupakan pelanggan pekerja seks.

Bahkan, saat ini banyak seorang iatri tertular HIV dari pasangan yang melakukan fenomena levender marriage, di mana pasangan lelaki seks lelaki (LSL) atau gay tetap menikah dengan lawan jenis untuk menutupi orientasi seks tersebut di masyarakat.

"Rata-rata penularan HIV dari kelompok pasangan ODHIV, pasangan Risti dan ibu hamil," katanya.

3. Ini pencegahan dan pengobatan yang telah dilakukan Pemprov Banten

ilustrasi HIV (pexels.com/Miguel Á. Padriñán)
ilustrasi HIV (pexels.com/Miguel Á. Padriñán)

Atas meningkatnya kasus HIV di Banten, kata Ati, Pemprov telah melakukan langkah-langkah pengobatan dan pencegahan. Di antaranya, mendekatkan akses layanan HIV, di mana seluruh puskesmas di Provinsi Banten dapat melakukan skrining HIV baik yang dilakukan di dalam puskesmas maupun di posyandu.

"Bekerja sama dengan bidan praktik mandiri, dokter praktik mandiri dan Klinik di wilayahnya, serta kolaborasi dengan kader untuk penjangkauan dan promosi kesehatan terkait Pencegahan dan Penularan HIV," katanya.

Bagi pasangan dari ODHIV atau yang mempunyai perilaku seks berisiko tinggi tapi belum HIV, lanjutnya, maka pemerintah menyediakan obat pencegahan penularan HIV yang disebut dengan PrEP (Pre Exposure Profilaksis)supaya tidak tertular HIV dari pasangannya yang telah HIV.

"Selain itu dalam Pergub Banten Nomor 40 Tahun 2023 tercantum, bahwa skrining HIV salah satunya dilakukan pada calon pengantin hingga Ibu Hamil untuk mencegah penularan HIV secara vertikal dari ibu ke anak, sehingga dapat menurunkan angka kasus penularan HIV dari ibu ke anak," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More