Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kekeringan Meluas, 1.674 Warga Tangsel Terdampak Krisis Air Bersih

Kota Tangerang Selatan
Kekeringan Meluas, 1.674 Warga Tangsel Terdampak Krisis Air Bersih
BPBD Tangsel melakukan penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan (IDN Times/Muhamad Iqbal)

  • Kekeringan di Tangerang Selatan meluas ke 13 titik, berdampak pada 317 KK atau 1.674 jiwa hingga 10 Agustus 2026.
  • BPBD mendistribusikan 20-30 ribu liter air bersih per hari; total penyaluran sejak 8 Juli mencapai 281.150 liter.
  • Pemkot menyiapkan 135 toren berkapasitas 2.000 liter, sementara warga Kampung Koceak mengusulkan sumur bor dan pipanisasi sebagai solusi permanen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang Selatan, IDN TimesKekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin meluas. Pemerintah daerah kini rutin mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, distribusi air bersih dilakukan setiap hari dengan volume mencapai puluhan ribu liter.

“Rata-rata per harinya kita distribusi ke masyarakat 20 ribu sampai 30 ribu liter per harinya,” kata Essa saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

  1. 1. Sudah ada 13 titik kekeringan

    Seorang perempuan mencuci pakaian di tepi Sungai Cisadane dengan keranjang hijau di dekatnya saat musim kemarau di Tangerang Selatan.
    Warga Tangsel terpaksa mencuci pakaian di Sungai Cisadane akibat kekeringan (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Essa menjelaskan, berdasarkan surat permintaan yang diterima BPBD sejak 8 Juli hingga 10 Agustus 2026, terdapat 13 titik yang mengalami kekeringan.

    Selama periode tersebut, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 281.150 liter.

    Jumlah warga terdampak juga terus bertambah. Hingga 10 Agustus 2026, tercatat 317 kepala keluarga (KK) atau 1.674 jiwa terdampak kekeringan. Salah satu titik tambahan berada di SDN Kademangan 02, dengan 478 guru dan murid yang terdampak kondisi kemarau.

  2. 2. Pemkot Tangsel siapkan 135 toren

    Petugas BPBD Tangsel menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan menggunakan truk tangki di kawasan pemukiman.
    BPBD Tangsel melakukan penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Selain mendistribusikan air melalui tangki, Pemkot Tangsel juga menyiapkan tempat penampungan air di lokasi terdampak.

    Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mendistribusikan 135 toren ke sejumlah titik kekeringan. Masing-masing toren memiliki kapasitas sekitar 2 ribu liter.

    Penempatan toren dilakukan berdasarkan kajian analis risiko bencana untuk memastikan bantuan air dapat ditampung dan dimanfaatkan warga di wilayah yang membutuhkan.

    Salah satu wilayah yang mengalami krisis air adalah Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Kondisi kekeringan telah berlangsung sekitar sebulan dan melanda hampir seluruh wilayah RW 02.

    Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah, mengatakan tiga RT di wilayahnya, yakni RT 04, RT 05, dan RT 06, terdampak kekeringan.

    “Wilayah saya semuanya terdampak kekeringan. Karena setiap RT ada memang warga per-KK itu ada yang kekeringan,” ujar Nasrullah saat ditemui di lokasi.

    Menurutnya, jumlah warga yang mengalami kesulitan air terus bertambah. Jika sebelumnya hanya sekitar 15 orang per RT, kini warga terdampak semakin banyak. Bantuan air dari pemerintah kini dikirim setiap hari dan ditampung menggunakan toren yang ditempatkan di sejumlah titik.

    “Alhamdulillah dibantu dari pertama kami berkoordinasi dengan kelurahan, Lurah Ekbang dan jajaran, kecamatan beserta BPBD yang menangani ini, semua terkirim, terbantu. Sehingga yang tadinya dua hari sekali, sekarang setiap hari sekali,” katanya.

  3. 3. Warga usulkan sumur bor dan pipanisasi

    Seorang perempuan mencuci pakaian di tepi Sungai Cisadane dengan keranjang hijau di dekatnya saat musim kemarau di Tangerang Selatan.
    Warga Tangsel terpaksa mencuci pakaian di Sungai Cisadane akibat kekeringan (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Meski distribusi air membantu kebutuhan sehari-hari, Nasrullah menilai bantuan tangki air hanya menjadi solusi sementara. Warga berharap pemerintah dapat membangun fasilitas air bersih permanen melalui sumur bor dan jaringan pipanisasi. Bahkan, sejumlah warga bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk lokasi pembangunan fasilitas tersebut.

    “Alhamdulillah ada warga yang berkenan memberikan tanah misalkan 4 meter persegi untuk diborkan air sama dibikin toren, sehingga nantinya air itu bisa dimanfaatkan oleh warga dan kami difasilitasi pipanisasinya,” ujarnya.

    Nasrullah mengatakan pengurus RT dan RW siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan kekeringan di wilayahnya.

    “Kami RT/RW ingin berkolaborasi dengan pemerintahan yang mana kami sendiri yang berhadapan langsung. Ya mudah-mudahan kami hanya bisa memohon, berharap, agar pemerintah sendiri bisa mengakomodir,” tuturnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More