Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kronologi Ratusan Warga Serpong Lagoon Tangsel Terkena Muntaber Massal
Lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tercemar E. coli dan sebabkan ratusan warga diare. (Dok. PUPR Banten)
  • Sebanyak 145 warga Perumahan Serpong Lagoon, Tangsel, terjangkit E. coli dan mengalami muntaber setelah laporan air keruh diterima Puskesmas Keranggan pada 16 September 2026.

  • Keluhan demam, diare, mual, dan muntah muncul serentak pada 7 Oktober; Dinkes dan puskesmas kemudian menyelidiki, mengobati warga, serta mencatat 58 rujukan.

  • Mayoritas pasien adalah anak-anak, dengan 35 balita dan 20 warga berusia 5–17 tahun; penjual air PT Arfa Putra Soegama meminta maaf dan berjanji memperbaiki teknis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Sebanyak 145 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan terjangkit bakteri E. coli dan mengalami muntaber.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel mengungkap kasus tersebut bermula dari laporan warga mengenai kondisi air yang keruh hingga munculnya keluhan kesehatan secara bersamaan di sejumlah RT.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel, Fitria Oriza mengatakan, laporan pertama diterima kader Puskesmas Keranggan pada 16 September 2026.

Saat itu, warga mengadukan kondisi air di Perumahan Serpong Lagoon yang terlihat keruh.

“Kronologis pada tanggal 16 September kader Puskesmas Keranggan terima aduan bahwa air di Serpong Lagoon keruh,” ungkap Fitria, Jumat (16/10/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Puskesmas Keranggan mengambil tiga sampel air. Dua sampel berasal dari rumah warga di Blok A dan B1, sedangkan satu sampel lainnya diambil dari toren Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang kini dikelola PT Arfa Putra Soegama selaku penjual air.

1. Keluhan demam hingga muntah mulai muncul

Pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, kader kesehatan kembali melapor kepada Puskesmas Keranggan. Sejumlah warga mulai mengalami keluhan kesehatan, seperti demam, diare, mual, dan muntah.

“Bahkan keluhan tersebut dirasakan hampir secara bersamaan di beberapa RT perum Serpong Lagoon,” kata Fitria.

Keesokan paginya, jumlah warga yang mengalami gejala muntaber tercatat meningkat menjadi 27 orang. Petugas Puskesmas Keranggan kemudian melakukan verifikasi awal dan melaporkan temuan tersebut kepada Dinkes Tangsel.

2. Penyelidikan epidemiologi dilakukan

Lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tercemar E. coli dan sebabkan ratusan warga diare. (Dok. PUPR Banten)

Pada Jumat (9/10/2026), Dinkes Tangsel bersama Puskesmas Keranggan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Petugas mendatangi rumah warga yang terdampak, melakukan wawancara menggunakan kuesioner Google Form, sekaligus memberikan pengobatan kepada warga yang mengalami muntaber. Sehari kemudian, jumlah warga terdampak yang terdata mencapai 137 orang.

“Daftar pasien rujukan Puskesmas Keranggan sebanyak 58 orang,” ujar Fitria.

Hingga Kamis (15/10/2026), Dinkes Tangsel juga mendapat informasi masih terdapat anak-anak yang menjalani rawat inap di Eka Hospital.

3. Mayoritas pasien merupakan anak-anak

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Tangsel, sebagian besar warga yang mengalami muntaber merupakan anak-anak.

Rinciannya, pasien berusia di bawah lima tahun mencapai 35 orang, sedangkan kelompok usia 5–17 tahun sebanyak 20 orang. Sementara warga dewasa yang terdampak tercatat 13 orang. Berdasarkan jenis kelamin, pasien perempuan mencapai 64,7 persen, sedangkan laki-laki 35,3 persen.

Di lokasi yang sama, seorang perempuan yang disebut sebagai bos PT Arfa Putra Soegama menyampaikan permintaan maaf kepada warga pelanggan air.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan beserta jajarannya.

Perusahaan yang menjual air kepada warga di sekitar Perumahan Serpong Lagoon tersebut menyatakan akan melakukan perbaikan teknis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article