Tangerang, IDN Times - Pernahkah kamu merasa begitu sakit hati karena dikhianati teman, dikecewakan pasangan, atau diperlakukan tidak adil oleh orang yang sangat kamu percaya? Pengalaman buruk seperti ini biasanya langsung memicu gejolak emosi yang rumit—mulai dari rasa marah yang menggebu-gebu, kecewa mendalam, hingga kesedihan yang sulit diungkapkan.
Masalahnya, ketika perasaan negatif tersebut terus dipendam rapat-rapat di dalam hati, dampaknya bisa merembet ke mana-mana. Mulai dari suasana hati yang berantakan, hubungan sosial yang merenggang, hingga merusak kesehatan mental kita sendiri. Karena alasan inilah, pemaafan atau forgiveness menjadi salah satu topik paling krusial dalam ilmu psikologi.
Hal tersebut dikupas tuntas dalam sebuah karya tulis ilmiah dan ulasan psikologis yang disusun oleh Purwoningsih, Elvira Mulya Ningrum, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Jakarta. Dalam kajiannya, mereka menegaskan bahwa pemaafan memiliki peran krusial bagi ketahanan mental seseorang.
