Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nataru, Gak Ada Penyekatan di Pelabuhan Merak

Kota Serang
Nataru, Gak Ada Penyekatan di Pelabuhan Merak
Kendaraan pemudik tujuan Sumatra antre memasuki kapal Roro di Pelabuhan Merak, Banten (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Share Article

Serang, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak memastikan, tidak ada penyekatan saat libur Natal dan Tahun Baru, 2022 di Pelabuhan Merak. Aktivitas penyebrangan akan diberlakukan seperti hari biasa.

"Dalam hal ini tetap berjalan seperti biasa, tidak seperti tahun lalu," kata General Manager (GM) PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy saat dikonfirmasi, Selasa (14/12/2021).

  1. 1. Tes antigen berlaku gratis bagi sopir logistik

    Ilustrasi kendaraan saat mengantre di Pelabuhan Merak. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
    Ilustrasi kendaraan saat mengantre di Pelabuhan Merak. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

    Kendati demikian, Hasan menegaskan, semua pelaku perjalanan wajib menerapkan protokol kesehatan karena petugas pun akan memperketat sektor ini. Di sisi lain, pelaku perjalanan juga wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen dan vaksinasi kedua.

    Sementara itu, bagi sopir truk logistik bisa mendapatkan tes antigen gratis di lokasi sementara, sedangkan penumpang umum masih harus bayar.

    "Nah vaksin itu gratis itu ada di Dermaga Eksekutif ini berlaku juga untuk umum," katanya.

  2. 2. Pihaknya mengoperasikan 30 kapal di 7 Dermaga

    Ilustrasi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
    Ilustrasi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Hasan menyampaikan, pada libur Natal dan Tahun baru 2022. Pihaknya mengoperasikan sebanyak 30 Kapal dengan 7 Dermaga yang ada di Pelabuhan Merak. 

    " Semuanya beroperasi selama 24 jam," ujar Hasan.

  3. 3. Arus mudik diprediksi 24 Desember 2021

    IDN Times/Auriga Agustina
    IDN Times/Auriga Agustina

    Lebih lanjut Hasan menjelaskan, prediksi puncak arus penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Merak terjadi tanggal 24 Desember 2021. Dia memperkirakan akan terjadi kenaikan volume kendaraan penumpang mengingat adanya pelonggaran aktivitas warga.

    "Karenakan PPKM Level III batal dilaksanakan, secara otomatis masyarakat akan antusias melakukan perjalanan," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More