ilustrasi pendapatan (IDN Times/Aditya Pratama)
Berdasarkan data Bapenda Banten per 30 September 2026, realisasi pendapatan terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp4,45 triliun atau 59,50 persen dari target.
Kemudian, pendapatan transfer mencapai Rp2,08 triliun atau 80,74 persen. Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp6,49 miliar atau 107,55 persen.
Berly mengatakan secara persentase, capaian pendapatan Banten tahun ini sebenarnya lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pada September 2025, realisasi pendapatan mencapai sekitar Rp7,14 triliun atau 60,71 persen dari target Rp11,76 triliun. Sedangkan tahun ini, realisasi sudah mencapai 64,97 persen dari target.
"Jadi dalam arti, ada pertumbuhan 4 persen lebih dari sisi kinerja persentase realisasi dibanding target," ujarnya.
Namun, secara nominal, pendapatan yang berhasil dihimpun hingga September 2026 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kondisi serupa terjadi pada PAD. Meski persentase realisasinya naik dari 55,62 persen menjadi 59,50 persen, nilai nominal PAD yang diterima tahun ini masih berada di bawah capaian 2025," katanya.