Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Peran Orangtua dalam Pendidikan Seks Remaja Masih Minim

Peran Orangtua dalam Pendidikan Seks Remaja Masih Minim
ilustrasi hubungan seks (freepik.com/freepik)

Tangerang, IDN Times – Peran orangtua dalam memberikan pendidikan seks kepada remaja masih sangat terbatas, terutama di kalangan keluarga muslim tradisional.

Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Erni, Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I. Studi yang dilakukan di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor ini menunjukkan bahwa banyak orangtua masih menganggap pendidikan seks sebagai topik tabu.

Menurut penelitian ini, konservatisme agama menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan orangtua enggan membahas seksualitas dengan anak-anak mereka.

1. Peran orangtua sangat penting terhadap isu ini

ilustrasi pasangan (freepik.com/freepik)
ilustrasi pasangan (freepik.com/freepik)

Banyak orangtua masih beranggapan bahwa anak-anak akan belajar sendiri tentang seks seiring waktu. Hal ini justru membuka peluang bagi remaja untuk mencari informasi dari sumber yang kurang tepat, seperti teman sebaya atau internet, yang dapat memberikan pemahaman yang keliru.

“Peran orangtua sangat penting dalam memberikan pendidikan seks kepada anak remaja. Namun, banyak dari mereka yang enggan membicarakan topik ini karena merasa tabu atau kurang memiliki pengetahuan yang cukup,” ujar Erni, peneliti utama dalam studi ini.

Selain itu, faktor pendidikan dan ekonomi juga turut mempengaruhi minimnya peran orang tua dalam pendidikan seks. Banyak dari mereka yang hanya memiliki pendidikan dasar dan kesibukan mencari nafkah, sehingga kurang memberikan perhatian terhadap aspek ini. Beberapa orangtua hanya mendapatkan informasi dari pengajian atau menyerahkan sepenuhnya kepada anak untuk mencari tahu sendiri.

2. Minimnya pendidikan seks bisa meningkatkan perilaku seksual berisiko

ilustrasi simbol HIV/AIDS (freepik.com/freepik)
ilustrasi simbol HIV/AIDS (freepik.com/freepik)

Minimnya pendidikan seks yang diberikan oleh orang tua berdampak pada meningkatnya kasus perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Data yang dikutip dalam penelitian ini menunjukkan bahwa banyak remaja Indonesia telah melakukan seks pranikah, bahkan beberapa di antaranya mengalami kehamilan tidak diinginkan dan aborsi yang tidak aman.

“Pendidikan seks sangat penting untuk menghindarkan remaja dari berbagai risiko seperti kehamilan di luar nikah, pelecehan seksual, serta penyakit menular seksual. Orangtua seharusnya menjadi pihak pertama yang memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka,” kata Erni.

3. Pendidikan seks lebih baik dimulai sejak dini

ilustrasi seks bebas (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi seks bebas (pexels.com/cottonbro studio)

Studi ini merekomendasikan bahwa pendidikan seks sebaiknya dimulai sejak dini, bahkan saat anak-anak masih berusia balita, dengan cara yang sesuai dengan perkembangan mereka. Orangtua juga disarankan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang pendidikan seks melalui buku, seminar, atau diskusi dengan tenaga kesehatan.

Selain itu, peran sekolah dan masyarakat juga sangat penting dalam memberikan edukasi yang tepat. Pendidikan seks tidak hanya menjadi tanggung jawab orangtua, tetapi juga guru dan lingkungan sekitar.

“Diperlukan upaya bersama untuk memberikan pendidikan seks yang benar dan bertanggung jawab kepada remaja, agar mereka dapat memahami risiko dan konsekuensi dari tindakan mereka,” tulis Erni.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Muhamad Iqbal
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Banten

See More

Syarat Cukup KTP, Begini Cara Ikut Mudik Gratis 2026 di Tangsel

05 Mar 2026, 04:00 WIBNews