Ketua DPD PSI Kabupaten Lebak, Dita Fajar Baihaqi menilai, kemunculan spanduk tersebut merupakan bagian dari dinamika politik. Menurutnya, ada kemungkinan pihak yang memasang spanduk ingin memanfaatkan popularitas Jokowi untuk menarik perhatian publik.
“Kalau mau terkenal dan cepat populer senggol aja Pak Jokowi,” ujarnya.
Dita mengatakan, nama Jokowi masih memiliki daya tarik besar di ruang publik sehingga kerap memicu berbagai respons masyarakat.
“Setiap kali namanya Pak Jokowi dimunculkan, publik langsung merespons karena figur beliau selalu berhasil menarik atensi luas dan memicu diskursus yang masif,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat dinilai sudah cukup cerdas untuk menilai apakah ekspresi politik seperti itu merupakan kritik yang sehat atau sekadar upaya mencari perhatian.
“Biarlah waktu, rekam jejak, dan bukti kerja nyata yang berbicara, karena pada akhirnya sejarah selalu adil dalam menilai siapa yang benar-benar mengabdi untuk rakyat. Karena saya yakin semua akan Jokowi pada waktunya,” ucap Dita.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pemasangan spanduk tersebut.