Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Al Muktabar: Data Kemiskinan dan Pengangguran di Banten Gak Singkron

Al Muktabar: Data Kemiskinan dan Pengangguran di Banten Gak Singkron
IDN Times/Khaerul Anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengaku heran wilayahnya masih menjadi daerah penyumbang pengangguran tertinggi se-Indonesia. Padahal, kata dia, Banten menduduki peringkat kesembilan terendah dalam hal angka kemiskinan.

"Kemiskinan kita kan rendah, pengangguran tinggi. Mestinya, kalau nganggur itu, miskin iya. Minimal dekat datanya itu," kata Al Muktabar, Senin (27/5/2024).

1. Al Muktabar menyebut definisi dan metode survei pengangguran harus dikaji ulang

Ilustrasi pengangguran. Dok. Istimewa/IDN Times
Ilustrasi pengangguran. Dok. Istimewa/IDN Times

Oleh karena itu, pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif itu, meminta kembali mengaji definisi dan metode survei angka penangguran yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS). Sebab, kata dia masih ditemukan, warga yang bekerja di rumah menjual produk secara online dengan penghasilan tinggi namun masih disebut pengangguran.

"Nah itu tidak didata sebagai pekerja, kita harus menggali definisi dan metodelogi," katanya.

2. Dia minta BPS menunjukkan data angka pengangguran secara lengkap

Ilustrasi pencari kerja (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Ilustrasi pencari kerja (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Kendati mengaku tak meragukan data pengangguran, Al Muktabar meminta BPS untuk memberikan dan menunjukkan data angka pengangguran secara spesifik dengan data lengkap by name by address.

Hal ini diperlukan, agar Pemprov Banten bisa terjun langsung ke lapangan untuk mengatasi masalah warganya sehingga menjadi pengangguran.

Bahkan, kata dia, sejauh ini setiap Pemprov Banten membuka job fair kuota selalu tak terisi penuh.

"Kenapa perlu banget kami mengalokasikan anggaran untuk itu kalau tidak tepat, anggaran itu sia-sia, kalau sia sia bisa merugikan keuangan negara," katanya.

3. Warga yang punya keahlian bakal dimasukkan ke industri

Ilustrasi pabrik produksi tembakau (pexels.com/ Thibault Luycx)
Ilustrasi pabrik produksi tembakau (pexels.com/ Thibault Luycx)

Selain itu, Pemprov Banten sudah memiliki data warga yang belum memiliki pekerjaan secara lengkah, Al Muktabar mengaku, bisa menyalurkan kemampuan warganya untuk mengisi setiap kebutuhan di industri-industri yang ada di Banten.

"Kades juga bisa (masukan kerja warga ke pabrik), masa gubernur gak bisa, maka kami jodohkan ke industri," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Khaerul Anwar
Ita Lismawati F Malau
Khaerul Anwar
EditorKhaerul Anwar

Latest News Banten

See More

Pria di Tangerang Jual Ganja Eceran Saat Malam Idul Adha

28 Mei 2026, 14:27 WIBNews