Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wilayah Rawan Kekeringan di Tangsel Mencapai 16.485 Hektare

Wilayah Rawan Kekeringan di Tangsel Mencapai 16.485 Hektare
Ilustrasi pihak swasta membantu droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya Sih
  • BPBD Tangsel memetakan 16.485,47 hektare wilayah berpotensi kekeringan pada musim kemarau 2026, dengan Kecamatan Setu tercatat paling rawan dibanding kecamatan lain.
  • Musim kemarau mulai terasa sejak awal Juli, dengan kondisi lebih kering dari normal dan dampak sudah dirasakan warga Kampung Koceak di Kecamatan Setu.
  • BPBD Tangsel menyalurkan 4.000 liter air bersih ke warga terdampak di Keranggan serta terus memantau potensi kekeringan di seluruh wilayah kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Total luas kawasan yang masuk kategori rawan kekeringan mencapai 16.485,47 hektare.

Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana mengatakan, Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi dibanding kecamatan lainnya.

1. Kecamatan Setu jadi wilayah paling rawan

Ilustrasi kekeringan. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Ilustrasi kekeringan. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Essa menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan, Kecamatan Setu memiliki tingkat bahaya kekeringan kategori sedang. “Luas total yang terkena bahaya kekeringan yaitu 16.485,47 hektare,” kata Essa, Senin (13/7/2026).

Ia merinci, luas wilayah dengan kategori bahaya rendah di Kecamatan Setu mencapai 1.246,23 hektare, sedangkan kategori sedang seluas 432,09 hektare.

Sementara itu, enam kecamatan lainnya di Kota Tangsel masih masuk kategori bahaya rendah berdasarkan riwayat kejadian kekeringan dan intensitas curah hujan.

2. Kemarau mulai berdampak di awal Juli

Ilustrasi pihak swasta membantu droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi pihak swasta membantu droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Menurut Essa, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibanding kondisi normal berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Awal bulan Juli ini Tangsel sudah masuk musim kemarau dan sudah ada wilayah yang terkena dampaknya,” ujarnya.

Dampak kekeringan mulai dirasakan warga Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, yang setiap tahun menjadi salah satu daerah langganan kekeringan.

3. BPBD salurkan 4 ribu liter air bersih

Ilustrasi pihak swasta membantu droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. IDN Times/Muhamad Iqbal
Ilustrasi pihak swasta membantu droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (IDN Times/Muhamad Iqbal)

BPBD Kota Tangsel telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 4 ribu liter kepada warga Kampung Koceak RT 02/RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga setelah sejumlah sumur mengering akibat musim kemarau.

BPBD juga memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan menyiapkan distribusi air bersih apabila dampak kemarau meluas ke kawasan lainnya di Kota Tangerang Selatan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Banten

See More