Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berniat Mengundurkan Diri, Pria di Tangerang Diduga Dianiaya Bos
Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times)
  • PG (25) diduga disekap dan dianiaya bos serta rekan kerja di Panongan, Tangerang, selama 28-29 Juli 2026 setelah menyatakan ingin mengundurkan diri dan mengembalikan aset perusahaan.
  • Kuasa hukum menyebut PG mengalami memar, luka bakar rokok, serta dugaan pecah pembuluh darah kecil di otak; korban juga diduga dipaksa melakukan masturbasi sambil diancam pisau dan direkam.
  • PG dilaporkan kabur melalui jendela saat terduga pelaku tertidur, lalu mendapat perawatan medis dan melapor polisi; Polresta Tangerang menyatakan kasus ditangani Unit PPA Satreskrim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - Seorang pria berinisial PG (25) mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh bosnya sendiri di kawasan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan kronologi dari kuasa hukum PG, Risman Harefa, diawali saat korban ingin mengundurkan diri dari tempat kerjanya yang merupakan penyelenggara bank koperasi Keliling. Peristiwa yang menimpa kliennya dilakukan selama dua hari, 28 hingga 29 Juli 2026, di ruangan rumah yang dijadikan kantor, tempat PG bekerja.

Risman pun menunjukan sejumlah bekas dugaan pemukulan, sundut rokok yang ada di hampir seluruh tubuhnya. "Korban ini mengalami penyiksaan selama lebih dari lima jam, mulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga 04.30 WIB," ungkap Risman, Selasa (4/8/2026).

1. Korban hendak mengembalikan barang milik perusahaan sebelum disekap

Ilustrasi kekerasan fisik/penganiayaan. (IDN Times/ Agung Sedana)

Sebelum peristiwa terjadi, kliennya telah menyampaikan niat mengundurkan diri kepada atasannya sekaligus mengembalikan seluruh aset perusahaan. Saat melakukannya PG tidak diperbolehkan pulang.

"Saat itu bosnya tidak langsung menerima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain sambil mereka mengonsumsi minuman keras," ujar Risman.

Setelah para terlapor berada di bawah pengaruh minuman keras, korban disebut menjadi sasaran pengeroyokan. Akibat kejadian itu korban mengalami luka memar hampir di seluruh tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban juga diduga mengalami pecah pembuluh darah kecil di bagian otak.

"Lukanya di sekujur tubuh, seluruh badannya memar. Dari kepala juga berpotensi ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil menurut dokter. Bekas-bekas luka masih terlihat di badan dan tangan," katanya.

2. Korban alami pelecehan seksual direkam dan disebarkan

Selain mengalami kekerasan fisik, korban juga melaporkan dugaan pelecehan seksual. Menurut kuasa hukumnya, PG dipaksa melakukan masturbasi sambil diancam menggunakan senjata tajam.

"Kalau tidak melakukan itu, korban diancam dengan pisau akan dibunuh," kata Risman.

Dia juga mengatakan korban dipaksa melakukan panggilan video dengan istrinya saat peristiwa berlangsung. Menurutnya, para terlapor memberikan telepon genggam kepada korban untuk menonton konten pornografi, sementara aksi itu direkam.

"Video itulah yang kemudian beredar di media sosial," katanya.

Saat para terduga pelaku lengah karena tertidur akibat menenggak miras, korban akhirnya berhasil melarikan diri melalui celah jendela. Ia berhasil pulang ke rumah, kemudian diantar melapor Polisi, yang diteruskan ke RSUD Belaraja untuk mendapatkan perawatan medis.

"Sudah boleh pulang. Tapi, masih ada bekas pemukulan di mata, leher, dan bagian tubuh lainnya. Belum sembuh total," kata Risman.

3. Polisi membenarkan telah menerima laporan korban

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono mengatakan, laporan tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tangerang. Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur.

"Dari pihak kepolisian, Polresta Tangerang sudah menerima laporan tersebut. Dan TKP terjadi di wilayah Panongan sekitar tanggal 28 sampai 29 Juli," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article