Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

EO Tangsel Fun Walk and Run Disanksi, Dilarang Gelar Acara di Tangsel

Kota Tangerang Selatan
EO Tangsel Fun Walk and Run Disanksi, Dilarang Gelar Acara di Tangsel
ilustrasi orang-orang ikut event lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Intinya Sih
  • Pemkot Tangsel melalui Dispora melarang EO Terang Kreasi menggelar kegiatan di wilayahnya setelah evaluasi Tangsel Fun Walk and Run 2026 yang dikeluhkan peserta.
  • Dispora menyoroti pencantuman logo Pemkot dan Dispora pada promosi sebelum koordinasi tuntas, sehingga memunculkan kesan acara mendapat dukungan resmi pemerintah.
  • Acara diikuti sekitar 2.000 peserta dengan biaya Rp90 ribu-Rp135 ribu; panitia mengakui sebagian medali belum diterima akibat keterlambatan pengiriman dari Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang Selatan, IDN Times – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjatuhkan sanksi kepada event organizer (EO) Terang Kreasi usai penyelenggaraan Tangsel Fun Walk and Run 2026 menuai keluhan dari peserta. Dispora Tangsel melarang EO tersebut menggelar kegiatan di wilayah Tangsel setelah acara dinilai bermasalah.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Deden Umaidi mengatakan, keputusan itu diambil sebagai tindak lanjut evaluasi terhadap penyelenggaraan acara.

“EO tersebut untuk tidak lagi melaksanakan kegiatan di wilayah Kota Tangerang Selatan,” kata Deden, Senin (3/8/2026).

1. Dispora soroti penggunaan logo Pemkot Tangsel

Ilustrasi event lari. (freepik.com/user7016754)
Ilustrasi event lari. (freepik.com/user7016754)

Selain memberikan sanksi, Dispora juga menyoroti penggunaan logo Pemerintah Kota Tangsel dan Dispora pada materi promosi kegiatan.

Menurut Deden, penyelenggara belum menuntaskan proses koordinasi dan komunikasi sebelum mencantumkan logo tersebut sehingga memunculkan kesan bahwa kegiatan mendapat dukungan resmi dari pemerintah.

“Sebelum mencantumkan logo sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

2. Panitia klaim hanya sebagian peserta belum menerima medali

Terpisah, penanggung jawab acara, Adit, enggan menjelaskan hasil pertemuan dengan Dispora Tangsel. Ia hanya membantah seluruh peserta tidak mendapatkan medali. Menurutnya, hanya sebagian peserta yang belum menerima medali.

“Peserta cuma beberapa saja yang kurang,” klaim Adit.

Namun, ia tidak menjelaskan nilai biaya pendaftaran yang dibayarkan peserta maupun alasan medali baru tiba menjelang pelaksanaan acara. Adit hanya menyebut keterlambatan terjadi karena medali dikirim dari Bandung.

3. Diikuti sekitar 2 ribu peserta

Tangsel Fun Walk and Run 2026 diikuti sekitar 2 ribu peserta dengan biaya pendaftaran berkisar Rp90 ribu hingga Rp135 ribu, tergantung kategori lomba yang dipilih.

Sebelumnya, sejumlah peserta mengeluhkan penyelenggaraan acara, mulai dari distribusi medali hingga aspek teknis lainnya. Di sisi lain, panitia promosi menyebut kegiatan tersebut dirancang sebagai cikal bakal penyelenggaraan Tangsel Marathon di masa mendatang.

Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penyelenggaraan event olahraga yang melibatkan ribuan peserta dan penggunaan atribut Pemerintah Kota Tangsel dalam materi promosi. Dispora pun menegaskan evaluasi dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang pada kegiatan berikutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More