Dinkes Kota Tangerang Pastikan Belum Ada Kasus Cacar Monyet

Kota Tangerang, IDN Times - Mengantisipasi menyebarnya penyakit monkeypox atau cacar monyet, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk menghindari perilaku seks berisiko. Karena sebagian besar kasus terjadi pada populasi berisiko seperti lelaki sesama lelaki (LSL), memiliki orientasi biseksual, dan HIV positif.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengatakan di Kota Tangerang hingga saat ini tidak ditemukan kasus positif monkeypox. Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang dapat ditularkan melalui hewan yang terinfeksi maupun orang ke orang.
1. Begini cara virusnya menyebar

Dini menjelaskan, risiko penularan cacar monyet dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh atau lesi pada kulit atau mukosa, termasuk dapat dari hewan yang terinfeksi.
Virus ini, kata Dini, dapat menyebar antara manusia ke manusia lainnya melalui kontak langsung secara fisik seperti luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita maupun tidak langsung.
"Jika cairan tubuh atau luka penderita menyentuh benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau sprei dan kita yang sehat menyentuhnya, maka dapat tertular juga. Jadi, penyebarannya cukup cepat dan mudah," kata Dini, Rabu (25/10/2023).
2. Begini gejalanya

Dini mengatakan, gejala-gejala orang yang mengalami cacar monyet sama seperti gejala cacar air. Mulai dari demam akut 38 derajat celsius, nyeri otot, pusing, kelelahan, hingga timbulnya lesi cacar, koreng atau benjolan berisi air atau nanah pada tubuh.
Namun, perbedaannya adalah cacar monyet akan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
"Dalam satu hingga tiga hari atau lebih, setelah demam penderita akan mengalami ruam, yang dimulai pada wajah dan akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada umumnya, ini akan berlangsung selama dua hingga empat minggu," lanjutnya.
3. Masyarakat diminta melakukan PHBS

Maka dari itu, Dini mengimbau masyarakat Kota Tangerang agar tetap menerapkan PHBS. Selain itu, apabila masyarakat mengalami gejala-gejala di atas, maka disarankan agar segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan.
"Terus terapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, langsung mendatangi fasilitas layanan kesehatan atau rumah sakit terdekat agar segera ditangani oleh tenaga kesehatan," imbaunya.



















