Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ditinjau Presiden ICAO, Sistem Trafik Udara AirNav Indonesia Panen Pujian
Presiden ICAO Terkesima Lihat Teknologi Navigasi Penerbangan di AirNav (IDN Times/Maya)
  • Presiden ICAO Toshiyuki Onuma mengunjungi AirNav Indonesia di Tangerang dan meninjau New JATSC serta New ATMAS, lalu memuji kemajuan teknologi navigasi penerbangan Indonesia.

  • New ATMAS mengintegrasikan radar, ADS-B, datalink, fitur keselamatan, informasi aeronautika, dan kapasitas trafik untuk membantu pengelolaan ruang udara yang lebih cepat, utuh, dan tepat.

  • AirNav menangani sekitar 5.000 penerbangan harian di ruang udara 7,79 juta kilometer persegi; penguatan teknologi mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - Presiden International Civil Aviation Organization (ICAO) Toshiyuki Onuma melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang pada Jumat (11/9/2026). Presiden ICAO meninjau fasilitas New JATSC (Jakarta Air Traffic Services Center), termasuk New ATMAS (Air Traffic Management Automation System) yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara terintegrasi.

Saat melihat berbagai teknologi navigasi penerbangan yang ada di Indonesia, Toshiyuki disebut terkesima dan memuji kemajuan teknologi yang bahkan belum ada di sebagian negara maju.

"Tadi, Mr. Toshiyuki malah memuji teknologi kami, bahkan mereka ingin kami membimbing negara-negara lain seperti kawasan Afrika terkait penerapan teknologi ini," kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, Sabtu (12/9/2026).

1. Teknologi terbaru bisa integrasikan sistem navigasi penerbangan

Presiden ICAO Terkesima Lihat Teknologi Navigasi Penerbangan di AirNav (IDN Times/Maya)

Avirianto mengungkapkan, new JATSC menjadi fasilitas yang ditunjukkan kepada Presiden ICAO untuk memberikan gambaran mengenai kapabilitas AirNav Indonesia dalam mengelola ruang udara Indonesia yang luas dan kompleks. AirNav Indonesia juga menjelaskan pengembangan New ATMAS serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan trafik, kapasitas pelayanan, dan keselamatan penerbangan.

Adapun, modernisasi Air Traffic Management (ATM) merupakan bagian dari transformasi AirNav Indonesia untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan mampu menjawab pertumbuhan trafik dan perkembangan teknologi penerbangan.

“Bagi AirNav Indonesia, modernisasi ATM bukan sekadar mengganti atau menambah teknologi. Yang kami bangun adalah kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai sistem dan informasi agar pengelolaan trafik udara dapat dilakukan secara lebih utuh, cepat, dan tepat," katanya.

2. Dalam sehari, ada 5 ribu penerbangan yang dilayani AirNav

Presiden ICAO Terkesima Lihat Teknologi Navigasi Penerbangan di AirNav (IDN Times/Maya)

Avirianto menuturkan, AirNav Indonesia mengelola pelayanan navigasi penerbangan di wilayah Jakarta dan Ujung Pandang Flight Information Region (FIR) yang membentang sekitar 5.100 kilometer dari barat ke timur, dengan luas ruang udara sekitar 7,79 juta kilometer persegi dan mencakup lebih dari 17 ribu pulau.

"Setiap hari, AirNav Indonesia menangani sekitar 5 ribu penerbangan dan berkoordinasi dengan 10 FIR negara lain," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan ruang udara Indonesia membutuhkan koordinasi yang tinggi dengan lingkungan penerbangan regional.

New ATMAS mengintegrasikan sejumlah fungsi utama dalam pengelolaan lalu lintas udara. Sistem surveillance menggabungkan radar dan ADS-B, sementara datalink mendukung CPDLC dan ADS-C. Pada aspek keselamatan, tersedia fungsi safety-net seperti Short Term Conflict Alert (STCA), Area Proximity Warning (APW), dan Approach Path Monitoring (APM).

"Integrasi tersebut memberi controller informasi trafik yang lebih lengkap untuk memantau kondisi, menganalisis situasi, dan mengambil keputusan operasional," ungkapnya.

New ATMAS juga terhubung dengan fungsi pengelolaan informasi aeronautika dan kapasitas trafik, termasuk AIM dan ATFM.

Pada sisi komunikasi data, AirNav Indonesia menggunakan Aeronautical Message Handling System (AMHS) untuk mendukung pertukaran flight plan, pesan ATS, informasi meteorologi, NOTAM, dan AIDC.

"Sistem tersebut juga terhubung dengan Singapura dan Australia," jelasnya.

3. Indonesia juga mencalonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO

Presiden ICAO Terkesima Lihat Teknologi Navigasi Penerbangan di AirNav (IDN Times/Maya)

Sementara Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap mengungkapkan, tahun ini, Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO, penguatan kapabilitas nasional dan kontribusi nyata dalam pengelolaan navigasi penerbangan menjadi bagian dari peran Indonesia dalam komunitas penerbangan sipil internasional. Dengan teknologi navigasi penerbangan yang mumpuni, Indonesia berpeluang besar duduk dalam jajaran Dewan ICAO.

"Jika Indonesia berhasil terpilih menjadi Dewan ICAO, maka kita bukan hanya jadi observer, tapi juga bisa memiliki suara untuk menentukan keputusan yang diambil ICAO," katanya.

Pengembangan New ATMAS menjadi salah satu bukti investasi Indonesia dalam membangun kapabilitas ATM untuk kebutuhan penerbangan masa depan. "Khususnya dalam pengembangan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article