Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPRD Banten Soroti Kinerja Samsat, Usul Kepala Tak Capai Target Dirotasi
Samsat (Dok. Khaerul Anwar)
  • DPRD Banten menilai potensi Pajak Kendaraan Bermotor belum tergarap maksimal dan meminta target penerimaan disusun berdasarkan potensi riil tiap wilayah, bukan capaian tahun sebelumnya.
  • Komisi III mendorong Bapenda meningkatkan kerja lapangan, inovasi, edukasi, dan pelayanan; kepala Samsat yang mencapai target diusulkan mendapat penghargaan, sedangkan yang gagal dapat dirotasi atau dikenai sanksi.
  • Wakil Gubernur Dimyati menyatakan penurunan penerimaan turut dipengaruhi kondisi ekonomi dan bertambahnya kendaraan listrik, namun defisit Banten sekitar Rp300 miliar dinilai lebih kecil dibanding sejumlah provinsi lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serang, IDN Times – DPRD Provinsi Banten menyoroti kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Dewan menilai potensi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Banten masih belum tergarap maksimal.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten, Dede Rohana Putra, bahkan mengusulkan adanya sistem penghargaan dan sanksi bagi kepala Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) berdasarkan pencapaian target penerimaan.

Menurut Dede, target penerimaan pajak seharusnya tidak hanya mengacu pada capaian tahun sebelumnya. Target harus disusun berdasarkan potensi riil masing-masing wilayah.

"Ini kurang optimal, kurang maksimal kinerjanya. Jadi target itu ditentukan pencapaian bulan berjalan tahun lalu. Inilah yang menurut saya kurang optimal," ujar Dede Rohana, Selasa (6/10/2026).

1. DPRD: Potensi pajak harus dijemput

Hari terakhir pemutihan pajak, warga padati Samsat Serang (Dok. Khaerul Anwar)

Dede mengatakan optimalisasi pendapatan daerah membutuhkan kerja lapangan, inovasi, edukasi, hingga pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang sedang melemah tidak semestinya menjadi satu-satunya alasan penerimaan pajak belum maksimal. Sebab, data yang dimiliki pemerintah menunjukkan potensi pajak di Banten masih cukup besar.

"Ya, kurang kerja keras, kurang inovasi, kurang jemput bola, kurang edukasi. Saya kira yang perlu dibenahi, yang perlu diperbaiki, kita paham situasi ekonomi lagi kurang baik, tapi kalau bisa kalau semuanya geraknya bisa dioptimalkan, harusnya potensi pajak bisa tergali lebih besar daripada hari ini. Karena potensi pajak berdasarkan data yang dimiliki cukup tinggi," katanya.

2. Kepala Samsat tak capai target diusul dirotasi

Hari terakhir pemutihan pajak, warga padati Samsat Serang (Dok. Khaerul Anwar)

Dede kemudian mendorong Bapenda Banten membuat mekanisme evaluasi yang lebih tegas terhadap kepala Samsat. Target masing-masing Samsat harus disesuaikan dengan potensi wilayah dan pencapaiannya dievaluasi secara berkala.

"Harusnya Kepala Bapenda itu berani menargetkan sesuai dengan potensi yang dimiliki kepada seluruh Kepala Samsat. Bagi yang mencapai target kasih reward, yang nggak mencapai target harusnya dirotasi, harusnya dikasih sanksi," tegasnya.

Menurut dia, pemberian penghargaan dan sanksi diperlukan agar kinerja setiap Samsat dapat diukur secara jelas.

"Harusnya bagi yang mencapai target kasih reward, yang tidak mencapai target kasih punishment, dirotasi atau tidak dibayarkan insentifnya misalnya, harus seperti itu," tambahnya.

Terkait evaluasi terhadap Kepala Bapenda Banten, Dede menyerahkan kewenangan tersebut kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.

"Itu mah urusan Pak Gubernur lah ya (untuk mengevaluasi kinerja Kepala Bapenda Banten). Tapi kalau Kepala Samsat harusnya kan ada di bawah Bapenda," ujarnya.

3. Dimyati sebut kondisi ekonomi turut pengaruhi pajak

Hari terakhir pemutihan pajak, warga padati Samsat Serang (Dok. Khaerul Anwar)

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan penurunan penerimaan daerah tidak semata-mata berkaitan dengan pejabat yang memimpin Bapenda.

Menurutnya, kondisi ekonomi dan perubahan karakteristik kendaraan turut memengaruhi penerimaan pajak daerah.

"Siapapun Kepala Bapenda-nya lagi begini enggak bisa, enggak bisa disulap. Ini juga sebetulnya Kepala Bapenda ini lagi nguras otak gitu loh, supaya pendapatan naik. Tadi saya lihat kalau daerah lain berkurangnya bisa Rp2-3 triliun, kalau kita hanya Rp300 miliar sekian," katanya.

Dimyati menyebut penurunan pendapatan Banten masih lebih kecil dibandingkan sejumlah provinsi lain. Ia juga menyinggung semakin banyaknya kendaraan listrik yang memiliki perlakuan pajak berbeda.

"Itu kan menurut saya tadi yang saya sampaikan, ini optimismenya bagus. Coba lihat Jawa Barat berapa triliun? Coba Jawa Timur berapa triliun kurangnya? Tapi kalau Banten masih kecil di bawah setengah triliun, itu kecil. Coba bandingkan deh, komparatif. Ini persoalannya karena tadi, kendaraan di lapangan, kendaraan listrik sudah mulai banyak dan bebas pajak," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article