Fenomena Homicide Suicide di Tangsel, Ini Kata Psikolog

- Kasus homicide suicide marak, di antaranya dialami oleh keluarga Ade Fahmi di Tangsel.
- Pelaku diduga terjerat pinjaman dan judi online, menunjukkan masalah ekonomi sebagai pemicu utama.
- Korban juga mengalami tekanan jiwa yang tinggi dan konflik dalam rumah tangga sebelum melakukan tindakan tersebut.
Tangerang Selatan, IDN Times - Belakangan ini marak kasus homicide suicide atau pembunuhan dalam keluarga yang berujung pelaku bunuh diri dipicu akibat pelakunya terjerat pinjaman dan judi online.
Seperti yang dialami keluarga Ade Fahmi yang menggegerkan warga Kampung Poncol, Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pertengahan Desember lalu. Ade diduga membunuh istri dan anaknya, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.
Psikolog forensik dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangsel, Maria Yulinda Ayu Natalia menyebut, dugaan yang terjadi dalam kasus Ade Fahmi adalah kecenderungan pelaku putus asa dan merasa tidak ada yang membantu.
1. Pelaku sudah sangat merasa tertekan sebelum melakukan pembunuhan

Menurutnya, dari handphone pelaku bunuh diri ditemukan akses pinjaman online maupun judi online. Hal itu menguat indikasi utama adanya masalah ekonomi.
Maria juga menyebiut, hasil analisa dari fakta yang disampaikan kepolisian, ia melihat pelaku kejiwaannya sudah sangat tertekan.
“Di sini terlihat ada konflik dalam rumah tangga,” kata Maria.
2. Pelaku merencanakan semua aksinya

Fenomena ini diikuti dengan perencanaan. Seperti yang telah disampaikan polisi bahwa pelaku mencari bagaimana cara membunuh dengan mudah.
“Pembunuhan juga disertai bunuh diri, peristiwa ini dilalui tidak lebih dari 24 jam,” kata Maria.
3. Ini hasil lab forensik terhadap HP pelaku sebelum melakukan aksi

Diketahui, hasil lab digital forensik dari handphone milik Ade Fahmi ditemukan beberapa bukti akses terhadap aplikasi pinjol, kredit online dan beberapa situs judi online.
Tim digital forensik menemukan hasil pencarian di handphonenya pada 14 Desember 2024 pukul 02.41 WIB Ade Fahmi mengunjungi situs website judul penjelasan dokter soal racun yang ditenggak juragan sepatu di Mojokerto. Dua menit kemudian ia mengakses cara membunuh mudah.
Ade Fahmi juga pernah kirim email ke Bank Indonesia, berisi soal cerita sedang mengalami kesulitan untuk membayar pinjaman yang ada.
4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat.
Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Kamu juga bisa mengontak beberapa badan di bawah ini:
Jangan Bunuh Diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementerian Kesehatan Indonesia || Telp: 021-500454
Yayasan Pulih
Jl. Teluk Peleng 63 A Komplek AL-Rawa Bambu Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 || Telp : 021-78842580 || Fax : 021-782 3021
YLBH Apik
Jl. Raya Tengah No. 31 RT 01 RW 09 Kp. Tengah Kramat Jati Jakarta Timur 13540 Telp 021-87797289 || Fax. 021-87793300
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Telp. 021-8514389 Website: http://www.skizofrenia.org/
LSM Jangan Bunuh Diri || Telp 021-0696 9293




















