BPBD Tangsel melakukan penyaluran air bersih kepada warga terdampak kekeringan (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Selain mendistribusikan air melalui tangki, Pemkot Tangsel juga menyiapkan tempat penampungan air di lokasi terdampak.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mendistribusikan 135 toren ke sejumlah titik kekeringan. Masing-masing toren memiliki kapasitas sekitar 2 ribu liter.
Penempatan toren dilakukan berdasarkan kajian analis risiko bencana untuk memastikan bantuan air dapat ditampung dan dimanfaatkan warga di wilayah yang membutuhkan.
Salah satu wilayah yang mengalami krisis air adalah Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Kondisi kekeringan telah berlangsung sekitar sebulan dan melanda hampir seluruh wilayah RW 02.
Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah, mengatakan tiga RT di wilayahnya, yakni RT 04, RT 05, dan RT 06, terdampak kekeringan.
“Wilayah saya semuanya terdampak kekeringan. Karena setiap RT ada memang warga per-KK itu ada yang kekeringan,” ujar Nasrullah saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, jumlah warga yang mengalami kesulitan air terus bertambah. Jika sebelumnya hanya sekitar 15 orang per RT, kini warga terdampak semakin banyak. Bantuan air dari pemerintah kini dikirim setiap hari dan ditampung menggunakan toren yang ditempatkan di sejumlah titik.
“Alhamdulillah dibantu dari pertama kami berkoordinasi dengan kelurahan, Lurah Ekbang dan jajaran, kecamatan beserta BPBD yang menangani ini, semua terkirim, terbantu. Sehingga yang tadinya dua hari sekali, sekarang setiap hari sekali,” katanya.