Pandeglang, IDN Times - Keluarga lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupandhtu 1 mendorong tim SAR memperpanjang pencarian delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda. Keluarga meminta pencarian difokuskan dengan menyisir sejumlah pulau yang berada di sekitar perairan Banten hingga Lampung.
Desi Purnamasari, istri jurnalis Antara M. Bagus Khoirunnas, mengatakan keluarga masih yakin tujuh orang yang masih hilang dapat ditemukan. Ia meminta sejumlah wilayah yang dinilai belum tersentuh pencarian diperiksa kembali secara maksimal.
"Saya berharap proses pencarian ini diperpanjang dan lebih dimaksimalkan lagi. Mungkin memang sebelumnya sudah sangat maksimal, tapi izin mungkin ada beberapa wilayah atau pulau yang belum tersentuh," kata Desi saat evaluasi di hari terakhir pencarian di Posko Carita, Kamis (17/9/2026).
Keluarga Jurnalis Hilang Minta SAR Perpanjang Pencarian di Sejumlah Pulau

1. Keluarga identifikasi sejumlah pulau yang diharapkan jadi lokasi pencarian
Menurut dia, keluarga telah mengidentifikasi sejumlah pulau yang diharapkan dapat menjadi lokasi pencarian lanjutan. Pulau tersebut di antaranya Pulau Tinjil Besar, Tinjil Kecil, Panjurit, Kandang Lunik, Kandang Balak, Pulau Penyu, Panaitan, Sebuku, dan Handeuleum.
"Kami khususnya dari pihak keluarga meminta untuk dilakukan pengecekan kembali. Pertama ada di Pulau Tinjil Besar, Tinjil Kecil," ujarnya.
Desi meminta pencarian di kawasan tersebut dilakukan dari arah selatan Binuangeun. Sementara untuk wilayah Lampung, pencarian diminta diarahkan ke sejumlah pulau yang disebut keluarga.
"Untuk di Tinjil Besar dan Tinjil Kecil ini kan memang katanya sudah dilakukan penelusuran. Tapi saya memohon proses pencarian dilakukan dari selatan Binuangeun," katanya.
2. Minta tim turun langsung ke pulau
Tak hanya menyisir perairan di sekitar pulau, keluarga meminta personel SAR turun langsung dan memeriksa bagian dalam pulau-pulau tersebut. Desi berharap tambahan waktu pencarian dapat dimanfaatkan untuk mengecek lokasi yang dianggap belum tersentuh secara menyeluruh.
"Kami juga memohon untuk proses pengecekannya dapat dilakukan langsung turun ke pulau, langsung menyusuri setiap pulau. Untuk dicek ke dalam pulau-pulaunya," katanya.
Desi mengatakan keluarga masih memiliki harapan besar delapan orang tersebut dapat ditemukan. "Kami dari pihak keluarga sangat berharap dan yakin mereka pasti bisa ditemukan," ujarnya.
3. Basarnas: Operasi bisa dibuka kembali jika tanda
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, operasi SAR formal telah dihentikan setelah pencarian dilakukan selama 10 hari, termasuk perpanjangan tiga hari. Namun, tim tetap memtau keberadaan jurnalis dan kru kapal yang hilang.
"Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini. Setelah pencarian ini kita hentikan, kita akan melakukan broadcast melalui SROP VTS, termasuk dari Lanal, termasuk dari Polair yang melakukan patroli di sekitar situ," kata Al Amrad.
Menurutnya, informasi dari kapal yang melintas di Selat Sunda akan menjadi bagian penting dalam pemantauan lanjutan. "Apabila kapal-kapal yang melintas di situ menemukan objek yang mungkin dari kapal Arupandhtu atau survivor, itu akan tetap disampaikan kepada kami," ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada batas waktu dalam penyampaian informasi tersebut. Jika ditemukan petunjuk baru yang berkaitan dengan delapan orang yang hilang, operasi SAR dapat kembali dibuka. "Apabila itu ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali," kata Al Amrad.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Surakman di Rumah Duka24 Sep 2026, 11:07 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Surakman, Kru Kapal Bawa Jurnalis Hilang Ditemukan di Perairan Enggano23 Sep 2026, 13:21 WIB