Pelaku Ekraf Diprediksi Bertambah 1,5 Juta pada 2027, Didominasi Gen Z

Menteri Ekonomi Kreatif memproyeksikan 1,5 juta pelaku ekonomi kreatif baru pada 2027, didominasi Gen Z dan milenial yang mengejar pekerjaan fleksibel serta selaras passion.
Data BPS mencatat 27,4 juta pekerja ekonomi kreatif saat ini; 63 persen berusia di bawah 40 tahun dan 58 persen perempuan. Tantangan utamanya akses pasar serta konsistensi kualitas-produksi.
IDE.IND 2026 memamerkan produk kerajinan, teknologi, makanan, dan minuman untuk mendorong IP lokal naik ke pasar nasional, sementara pelaku ekraf Banten dinilai masih membutuhkan bimbingan.
Tangerang, IDN Times - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyebut, pelaku ekonomi kreatif baru di Indonesia bakal bertambah 1,5 juta orang pada tahun 2027. Jumlah tersebut didominasi generasi milenials dan generasi Z.
"Kenapa? Karena ini banyak diminati oleh generasi muda. Generasi muda kita sekarang kita ketahui ingin mempunyai penghasilan yang kalau bisa adalah sesuai dengan passion-nya," ungkap Menteri Riefky, saat menghadiri IDE.IND 2026, di AEON Mall BSD, Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/11/2026).
1. Gen Z dan milenial disebut lebih suka suasana kerja fleksibel

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya saat menghadiri pameran ekraf IDE.IND di AEON Mall BSD (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Menteri Riefky mengungkapkan, alasan lainnya yakni sektor ekonomi kreatif diminati gen Z dan millenial lantaran saat ini generasi tersebut lebih menginginkan bekerja dengan suasana yang tidak kaku, fleksibel waktu dan nyaman di komunitasnya.
"Terpenting, mereka menginginkan penghasilan di atas UMR, bahkan penghasilan mereka yang atur, bukan dibatasi oleh aturan perusahaan, instasi ataupun pemerintahan," terang Riefky.
"Nah di zaman digital ini dengan banyaknya platform digital itu juga memungkinkan mereka juga mempunyai profesi sebagai pengiat ekonomi kreatif. Kekuatan lokal, bisa ke nasional, bahkan beberapa sudah bisa menggapai pasar internasional," imbuhnya.
2. Ada 27,4 juta pelaku ekraf saat ini, 63 persen di bawah usia 40 tahun

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya saat menghadiri pameran ekraf IDE.IND di AEON Mall BSD (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Berdasarkan data BPS, pelaku ekonomi kreatif di Indonesia mencapai 27,4 juta pekerja. Sebanyak 63 persen adalah Gen Z dan milenial, atau berusia di bawah 40 tahun.
"Hebatnya, 58 persen di dalamnya itu adalah perempuan. Jadi sektor ini sangat inklusif dan juga diminati oleh generasi muda," kata Riefky.
Namun terdapat tantangan di ekonomi dunia saat ini atau lebih dikenal istilah 'in this economy', yaitu akses pasar. Kedua, konsistensi keberlanjutan sustainability kualitas maupun produksinya.
"Ini yang perlu kita jaga, dan untuk itulah kami di Kementerian Ekraf ada tiga program flagship. Pertama aktivasi desa kreatif, kedua adalah aktivasi kreatif hub dan yang ketiga adalah kreatif by Indonesia yang turunannya salah satu yang kita lakukan hari ini adalah ide-ide," katanya.
3. IDE.IND 2026 jadi wadah pelaku ekraf melebarkan sayap

Pameran IDE.IND di AEON Mall BSD menampilkan produk pelaku ekraf di Banten (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Sementara dalam IDE.IND 2026, terdapat hasil prodouk ekraf yang dipamerkan. Mulai produk kerajinan tangan, teknologi, hingga makanan dan minuman. Menurut Riefky, pameran digelar untuk memfasilitasi pelaku ekraf yang memiliki IP (Intelektual Properti) lokal untuk go nasional atau naik kelas ke tingkat nasional.
"Amanah dari Pak Presiden untuk mengangkat brand lokal naik kelas, hari ini kita menampilkan area kreatif lokal sehingga bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan kualitas dan sustainability-nya," katanya.
Wakil Gubernur Banten Achamd Dimyati Natakusuma menambahkan, potensi ekonomi kreatif di Banten sangat besar lantaran wilayah tersebut memiliki akar budaya yang besar pula. Namun, ia mengakui para pelaku ekraf di Banten memang masih perlu bimbingan.
"Di Banten ini sumber daya manusianya lumayan handal dan memang perlu bimbingan, marena memang sektor ini mampu membuka lapangan pekerjaan dan kemandirian," jelasnya.



















