Banjir di Akses Bandara Soetta Berdampak ke 20 Persen Penerbangan

AHY meninjau banjir Kali Prancis yang kerap melumpuhkan akses Bandara Soekarno-Hatta; pada Januari, lebih dari 150 penerbangan atau sekitar 20 persen terdampak penundaan.
Pemerintah melakukan normalisasi Kali Prancis, menyiagakan pompa mobile dan submersible, serta meningkatkan kapasitas saluran dan outlet Tol Soedyatmo KM 31 dan KM 33.
Rencana kolam retensi seluas 3,4 hektare di perbatasan DKI Jakarta-Banten membutuhkan koordinasi pembebasan lahan, kepastian tata ruang, dan kolaborasi lintas pemerintah daerah.
Tangerang, IDN Times — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau lokasi yang kerap tergenang banjir di akses jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (6/11/2026). Pasalnya, banjir tersebut kerap melumpuhkan akses masuk menuju bandara utama Indonesia tersebut.
"Kita semua tentang kondisi Sungai Prancis atau kali Prancis dan anak kali Prancis yang sering kali jadi penyebab banjir," kata AHY.
1. Banjir Kali Prancis Sempat Ganggu Lebih dari 150 Penerbangan

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau penanganan banjir akses Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) AHY membeberkan dampak serius banjir tahunan yang biasa memuncak pada periode Januari dan Februari. Selain merendam permukiman dan jalan akses, penumpukan air di kawasan Kali Prancis berdampak langsung pada operasional penerbangan nasional.
​"Januari yang lalu terjadi penundaan penerbangan hingga 20 persen atau lebih dari 150 penerbangan yang terdampak. Ini bisa berpengaruh langsung pada aktivitas ekonomi," ujar AHY.
Selain akses jalan untuk calon penumpang, banjir yang terjadi pada puncak musim hujan tersebut juga beberapa kali meluas hingga merendam akses Tol Soedyatmo.
"Khususnya pada KM 31 dan KM 33," katanya.
2. Pompa air mobile hingga pembangunan kolam retensi disiapkan tangani banjir

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau penanganan banjir akses Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Untuk mencegah terulangnya kelumpuhan transportasi jelang musim libur Natal, Tahun Baru (Nataru), dan puncak musim hujan, pemerintah menyiapkan sejumlah penanganan teknis. Misalnya saja, melakukan normalisasi aliran kali Prancis secara masif seperti pengerukan sedimentasi Kali Prancis dan anak sungainya di kawasan Dadap terus dilakukan menggunakan armada ekskavator guna mengembalikan kapasitas tampung aliran air.
"Tapi ini akan terus terjadi ketika tidak dilakukan penyelesaian yang lainnya. Oleh karena itu kami juga menyiagakan pompa yang sifatnya subversible tapi juga ada yang sifatnya mobile," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan peningkatan kapasitas saluran penyeberangan air atau crossing dan outlet pembuangan air di Tol Soedyatmo KM 31 dan KM 33. Pasalnya, di KM 31, pada Januari 2026 lalu, debit air yang turun di wilayah tersebut mencapai 28,91 meter kubik per detik, padahal kapasitas eksisting yang tersedia hanya mampu menampung debit air 6,56 meter kubik per detik. Sehingga, saat nanti ditambah akan mampu menampung 31,16 meter kubik per detik.
"Lalu, ada juga rencana kami membangun kolam retensi di atas luas bidang 3,4 hektar. Kebetulan lokasinya itu perbatasan DKI Jakarta dan Banten, jadi ini semua membutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi," ungkapnya.
3. DKI Jakarta dan Banten diminta koordinasi untuk pembebasan lahan

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau penanganan banjir akses Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Meski penanganan darurat telah berjalan, AHY menekankan pentingnya kepastian status lahan dan kepatuhan terhadap tata ruang wilayah agar proyek kolam retensi dapat segera direalisasikan. Mengingat lokasi rencana kolam retensi berada di perbatasan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten, sinkronisasi lintas pemerintah daerah menjadi kunci utama.
"Jangan sampai kita selalu membangun tapi mengabaikan tata ruang. Ini akan merusak dan pada akhirnya membawa bencana buat kita semuanya," tegas AHY.





















