Proses Refund Lama, Ibu Bawa Balita Terlantar 2 Hari di Bandara Soetta

Depi dan balitanya terlantar dua hari di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta setelah penerbangan ditutup dan proses refund tiket dari agen perjalanan belum jelas.
Kehabisan dana untuk hotel, tiket baru, dan kebutuhan harian, Depi mengalami stres saat anaknya demam; polisi memberi perawatan medis serta pendampingan psikologis.
Polres Bandara Soekarno-Hatta membelikan tiket baru melalui program Jumat Barokah, lalu memberangkatkan Depi dan dua anaknya menuju Silangit.
Tangerang, IDN Times - Seorang ibu bernama Depi terlantar selama dua hari di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta akibat penutupan operasional bandara pada 6-7 September 2026. Dengan membawa anaknya yang masih balita, Depi melakukan perjalanan dari Denpasar menuju Medan tapi terhenti di Jakarta.
Tak lagi memiliki uang untuk menyewa hotel maupun membeli tiket baru, ia akhirnya memilih untuk menginap di Terminal 2. Tak disangka, sang anak yang masih balita juga terserang demam, ditambah ia tidak memiliki biaya hidup untuk membeli kebutuhan di bandara.
"Saya mengalami kendala penerbangan, kemudian anak saya juga sakit dan saya juga tidak memiliki cukup uang untuk beli tiket baru," kata Depi, Selasa (8/9/2026).
1. Depi meminta bantuan Polisi bandara

Ibu dan anak balita terlantar 2 hari di Bandara Soetta saat penutupan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Khawatir dengan kondisi sang anak, Depi meminta bantuan kepada seorang penumpang untuk melapor ke Polsubsektor Terminal 2 Polresta Bandara Soetta. Polisi lantas memberikan pertolongan pertama terhadap anak Depi yang sakit.
"Saya sangat berterima kasih kepada polisi karena sudah membantu saya, dan anak saya juga mendapat perawatan sampai kondisinya membaik," kata Depi.
2. Depi ditemukan dalam kondisi stres dan depresi di Terminal 2

Ibu dan anak balita terlantar 2 hari di Bandara Soetta saat penutupan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Sementara itu, Ipda Septian Wahyudi, Kapospol Terminal 2 mengungkapkan, saat ditemukan, kondisi Depi dan anaknya cukup memprihatinkan. Wanita tersebut mengalami depresi akibat kehabisan dana dan kondisi anaknya yang sakit.
Kejadian ini terungkap setelah seorang warga melapor ke petugas yang sedang mengamankan area counter check-in Terminal 2 pada subuh hari. Ibu tersebut diketahui kehabisan uang akibat ketidakjelasan uang pengembalian tiket (refund) dari pihak agen perjalanan.
"Ibu tersebut terbang dari Denpasar menuju Jakarta dan berencana melanjutkan penerbangan ke Silangit. Namun, saat akan melanjutkan perjalanan, penerbangan sudah ditutup sehingga tiket harus di-refund," ujar Septian.
Mengetahui hal itu, petugas langsung membawa ibu dan anak tersebut ke Polsubsektor Terminal 2 untuk ditangani. Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Bandara Soekarno-Hatta yang dipimpin Kasidokkes segera memberikan perawatan medis kepada sang anak serta pendampingan psikologis dilakukan personel Polwan.
"Anaknya sudah kami berikan perawatan, demamnya sudah turun, dan ibunya juga sudah mulai tenang setelah diajak bicara oleh Polwan kami," lanjutnya.
3. Polisi belikan tiket untuk Depi dan anaknya menuju Silangit

Ibu dan anak balita terlantar 2 hari di Bandara Soetta saat penutupan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) Guna menyelesaikan masalah, Polres Bandara Soekarno-Hatta membelikan tiket penerbangan baru ke Silangit menggunakan alokasi dana program sosial internal Jumat Barokah. Ibu dan anak kini telah berangkat menuju Silangit.
"Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan keamanan atau layanan darurat lainnya agar tidak ragu mendatangi kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan bebas pulsa Call Center 110," pungkasnya.
















