Hasil Pantauan Kualitas Udara Kota Tangerang Masih Kategori Sedang

- DLH Kota Tangerang memantau kualitas udara di empat stasiun menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Pada Selasa pagi, seluruh stasiun berada dalam kategori sedang; ISPU tertinggi Karang Tengah 74 dengan parameter SO₂, sedangkan Kali Pasir 51 dengan PM10.
- DLH mengimbau warga memakai masker, mengurangi aktivitas pemicu emisi, menjaga lingkungan, serta mengikuti informasi resmi terkait kualitas udara dan sebaran abu vulkanik.
Kota Tangerang, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memantau kualitas udara di sejumlah wilayah. Pemantauan dilakukan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari ISPUNet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Selasa (8/9/2026) pukul 09.00 WIB, kualitas udara di empat stasiun pemantauan Kota Tangerang masih berada dalam kategori sedang. Empat stasiun tersebut yakni Tangerang Kali Pasir, Tangerang Pasir Jaya, Tangerang Benteng Betawi, dan Tangerang Karang Tengah.
1. ISPU tertinggi tercatat di Karang Tengah

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kantor Pusdalops BPBD Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara masih berada dalam kategori sedang.
“Berdasarkan data pemantauan ISPUNet KLH pagi ini, kondisi kualitas udara di empat stasiun pemantauan Kota Tangerang masih berada pada kategori sedang. Artinya, secara umum kualitas udara masih dapat diterima, namun pemantauan tetap kami lakukan secara berkala,” ujar Yudi, Selasa (8/9/2026).
Berikut hasil pemantauan ISPU di empat stasiun Kota Tangerang:
Lokasi Pemantauan
Nilai ISPU
Parameter Kritis
Tangerang Kali Pasir
51
PM10
Tangerang Benteng Betawi
58
PM2.5
Tangerang Pasir Jaya
70
PM2.5
Tangerang Karang Tengah
74
SO₂
2. Warga diminta tetap menggunakan masker

ilustrasi polusi akibat dampak pemanasan global (pixabay.com/Orna) Dari data tersebut, Tangerang Karang Tengah mencatat nilai ISPU tertinggi, yakni 74, dengan parameter kritis sulfur dioksida (SO₂). Sementara nilai terendah tercatat di Tangerang Kali Pasir dengan ISPU 51 dan parameter kritis PM10.
Yudi mengatakan, DLH Kota Tangerang akan terus memantau perkembangan kualitas udara, terutama parameter pencemar yang menjadi indikator kritis di masing-masing stasiun.
“Data kualitas udara menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker, menjaga lingkungan, mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan emisi, serta mengikuti informasi kualitas udara dari kanal resmi pemerintah,” jelasnya.
Di tengah kondisi sebaran abu vulkanik, masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah.
“Di tengah kondisi saat ini, dengan sebaran abu vulkanik, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan menggunakan pelindung yang tepat untuk mengurangi paparan,” tutup Yudi.















