Hasil Paper Test Abu Vulkanik di Bandara Soetta Negatif, Kapan Dibuka?

- Paper test abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif, tetapi operasional belum dibuka karena penutupan dan pengalihan penerbangan masih diperpanjang.
- Abu erupsi Gunung Anak Krakatau berada di ketinggian 15.000 kaki, masih menyentuh Lampung, Banten, dan Jabodetabek, namun bergerak 10 knot ke barat daya menuju Samudera Hindia.
- Pemerintah memprioritaskan keselamatan dengan memastikan landasan, pesawat, dan fasilitas bersih; Kementerian Perhubungan menunggu advisory terbaru VAAC Darwin sekitar pukul 19.30 WIB.
Tangerang, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, hasil paper test abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta telah menunjukkan hasil negatif. Meski begitu, pihaknya belum bisa secepatnya membuka operasional bandara tersebut.
"Mengacu pada VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre), tadi dan itulah mengapa sampai dengan saat ini Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya masih diperpanjang sedikit untuk penutupan atau pengalihannya," kata AHY, Senin (7/9/2026) di Bandara Soekarno-Hatta.
1. Abu vulkanik GAK semakin menjauh menuju Samudera Hindia

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) AHY mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan dari VAAC tersebut, erupsi dari Gunung Anak Krakatau telah berada pada ketinggian 50.000 kaki yang arahnya semakin menjauh menuju Samudra Hindia. Namun, sebaran abu vulkaniknya masih berada di ketinggian 15.000 kaki dari permukaan laut yang masih menyentuh wilayah Lampung dan Banten, termasuk Jabodetabek.
"Tapi ini terus bergeser dengan kecepatan 10 knot menuju ke barat daya, artinya ke wilayah Samudera Hindia juga," jelasnya.
2. Demi keamanan, pembukaan bandara terdampak tak bisa terburu-buru

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti) AHY menegaskan, demi keamanan dari penumpang maupun kru pesawat, pembukaan operasional bandara yang terdampak abu vulkanik tak bisa terburu-buru. Hal tersebut harus memastikan telah bersih dan siapnya segala fasilitas di sisi kebandarudaraan, mulai dari pembersihan landasan, pesawat, dan lain sebagainya.
"Bapak Presiden tentunya memberikan direktif-direktif yang memastikan agar sekali lagi keselamatan nomor satu. Terkait dengan keselamatan tadi, walaupun mungkin paper test-nya sudah semakin negatif kecuali Radin Inten masih harus kita kawal," tegasnya.
3. Menhub sebut hasil asesmen dari VAAC akan kembali dikeluarkan pada 19.30 WIB

Menteri Perhubungan, Dudi Purwagandhi (IDN Times /Maya Aulia Aprilianti) Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudi Purwagandhi mengungkapkan, merujuk kepada VAAC Darwin, di mana beberapa wilayah di Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Selatan itu masih terdampak. Makanya, pihaknya bersikap lebih konservatif karena khususnya berkaitan dengan keselamatan.
"Kami ingin menunggu lagi hasil terakhir, kurang lebih sekitar pukul 19.30 akan keluar lagi advisory dari Darwin. Di situ kita harapkan bahwa dengan kecepatan 10 knot ke arah barat daya, maka harapan kita debu vulkanik itu akan bergeser ke arah Samudera Hindia," pungkasnya.

















