Kurangi Emisi, Mal di Tangerang Pakai Solar Panel untuk Sumber Listrik

- Mal Ciputra Tangerang mengoperasikan PLTS rooftop berisi 1.260 panel surya untuk mendukung operasional siang hari dan mengurangi penggunaan energi fosil.
- PLTS diproyeksikan menghasilkan 1,2 juta kWh energi bersih per tahun, memenuhi sekitar 23 persen kebutuhan listrik siang hari mal, serta memangkas lebih dari 850 ton CO₂ pada tahun pertama.
- Kolaborasi Ciputra Residence dan Inecosolar menjadi instalasi PLTS terbesar Ciputra Group, dengan harapan mendorong energi terbarukan dan mendukung target Net Zero Indonesia 2060 atau lebih awal.
Tangerang, IDN Times - Mengurangi emisi karbon dan penggunaan energi fosil di wilayah Kabupaten Tangerang, Mal Ciputra Tangerang mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang digunakan untuk operasional pusat perbelanjaan tersebut, khususnya pada siang hari.
Berkolaborasi dengan PT Ineco Solar Solutions (Inecosolar), a Yinson Renewables company, PLTS yang terpasang di rooftop Mal Ciputra Tangerang terdiri dari 1.260 panel surya, diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 1.200.000 kWh energi bersih setiap tahunnya dan mampu mengurangi lebih dari 850 ton emisi karbon (CO₂) pada tahun pertama operasional.
"Serta dapat memenuhi sekitar 23 persen kebutuhan listrik Mal Ciputra Tangerang pada siang hari," kata Lalitya Ciputra Sastrawinata, Direktur PT Ciputra Residence.
1. Solar panel tersebut mengurangi emisi setara 200 mobil

Melalui kolaborasi dengan Inecosolar, sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dalam jangka panjang.
"Sebagai pengembang yang mengusung filosofi Mencipta Kota, Merajut Kehidupan, kami percaya bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari hadirnya infrastruktur, tetapi juga dari bagaimana sebuah kota mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang," ungkapnya.
Sebagai gambaran, manfaat lingkungan yang dihasilkan adanya solar panel tersebur setara dengan, pengurangan emisi karbon lebih dari 850 ton CO₂ pada tahun pertama operasional, lalu kemampuan sekitar 40.600 pohon dewasa dalam menyerap karbon selama satu tahun, dan pengurangan emisi yang setara dengan perjalanan kendaraan berbahan bakar bensin sejauh lebih dari 4.400 kilometer.
"Atau setara mengurangi sekitar 200 mobil dari jalan setiap tahun," katanya.
2. Ciputra Group berkomitmen ciptakan pengembangan lingkungan yang bersih emisi

Meski menjadi langkah awal transformasi energi di lingkungan Ciputra Group, pengoperasian PLTS ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi perusahaan untuk menghadirkan kawasan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Sebagai instalasi PLTS terbesar yang telah dioperasikan di lingkungan Ciputra Group hingga saat ini, inisiatif ini mencerminkan keyakinan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah pertama yang nyata," katanya.
Lalitya mengungkapkan, sustainability adalah tentang membangun hari ini dengan tetap memikirkan generasi esok. Melalui pemanfaatan energi surya, pihaknya ingin menghadirkan pusat perbelanjaan yang tidak hanya menjadi tempat beraktivitas dan berkumpul, tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi lingkungan.
"Kami percaya bahwa setiap langkah menuju energi bersih adalah investasi untuk kota yang lebih baik, kehidupan yang lebih berkualitas, dan generasi yang akan datang," ujarnya.
3. Pengembang berperan penting dalam mewujudkan Net Zero pada tahun 2060

Melalui sinergi antara pengembang kawasan dan penyedia solusi energi surya, kedua perusahaan berharap dapat mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang semakin luas, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan.
Benoît Prim, Founder dan Managing Director Inecosolar menegaskan, kolaborasi ini menunjukkan bahwa transisi menuju renewable energy dapat diwujudkan melalui kerjasama yang kuat antara sektor properti dan penyedia teknologi energi surya.
"Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri untuk mengambil bagian dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan serta membantu Indonesia mencapai target Net Zero pada tahun 2060 atau lebih awal," jelasnya.




















