Hongbiao mengatakan, pengalaman dari sejumlah program tersebut menunjukkan pengelolaan sampah kemasan membutuhkan keterhubungan antartahapan, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan dan pemanfaatan kembali material.
Pemerintah berperan dalam kebijakan dan tata kelola, sedangkan industri dan pemilik merek dapat mendukung pengembangan sistem pengelolaan pascakonsumsi.
Di sisi lain, collection partner, recycler, offtaker, dan masyarakat turut berperan memastikan material bergerak dari sumber hingga proses pengolahan.
“Pertumbuhan penggunaan kemasan perlu diikuti dengan kesiapan pengelolaan setelah kemasan digunakan,” ucap Hongbiao.
“Dari sisi industri, kami melihat bahwa pengelolaan kemasan pascakonsumsi merupakan bagian yang perlu dibangun bersama karena prosesnya melibatkan berbagai tahapan dan pihak,” imbuhnya.
Karena itu, ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan kemasan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah, industri, pelaku EPR, collection partner, recycler, dan masyarakat menjadi penting untuk membangun sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan,” jelas Hongbiao.