Tangerang, IDN Times - Di balik busana yang tampil memukau di panggung fashion, ada proses panjang yang melibatkan eksperimen, tangan para pengrajin, hingga eksplorasi teknik yang tak selalu terlihat oleh publik.
Hal itu bisa dirasakan ketika mengunjungi Teras Lakon di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Tempat ini bukan sekadar butik untuk memasarkan karya Lakon Indonesia, tetapi juga menjadi ruang bagi tim untuk mengembangkan berbagai eksperimen fashion berbasis wastra Nusantara.
Saat memasuki lantai dasar, pengunjung akan menemukan butik yang memajang berbagai karya Lakon Indonesia, mulai dari koleksi terdahulu hingga rancangan terbaru. Namun, pengalaman berbeda terasa ketika naik ke lantai berikutnya.
Di sana terdapat ruangan yang digunakan untuk proses kreatif tim Lakon. Sejumlah desain, kertas rancangan, hingga papan yang berisi perencanaan busana membuat ruangan tersebut terasa seperti laboratorium fashion.
Pengunjung pun bisa melihat lebih dekat bagaimana sebuah rancangan dikembangkan sebelum akhirnya menjadi busana yang tampil di panggung fashion.
Salah satu koleksi yang dapat dilihat adalah Harsa, yang sebelumnya dipresentasikan dalam JF3 Fashion Festival 2026.
Founder Lakon Indonesia, Thresia Mareta, bahkan mempersilakan pengunjung untuk menyentuh langsung sejumlah karya yang dipamerkan. Baginya, busana yang dibuat Lakon bukan sekadar produk untuk dijual, tetapi juga medium untuk memperkenalkan proses dan kekayaan wastra Indonesia.
“Jadi kali ini Harsa, presentasi pas fashion show kemarin, itu adalah bagian dari koleksi yang lebih besar sebenarnya. Yang kami tampilkan di sini adalah sebuah visi dan hasil dari eksperimen yang dilakukan di The Lakon,” ujar Thresia, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, sejumlah karya yang dipamerkan di Teras Lakon merupakan hasil eksperimen dengan teknik yang lebih kompleks dibandingkan koleksi yang biasanya diluncurkan di butik.
“Kalau dilihat di sini mungkin tekniknya benar-benar sudah lebih jauh daripada apa yang kami launching di toko biasanya,” katanya.
Koleksi tersebut terbagi antara busana yang dapat digunakan sehari-hari dan karya yang lebih menonjolkan eksplorasi teknik.
