Tangerang, IDN Times – Pelaku usaha kini tak lagi hanya mengandalkan tingginya arus kendaraan dalam menentukan lokasi bisnis. Keberadaan penghuni, fasilitas pendidikan, ruang publik, hingga aktivitas harian di suatu kawasan dinilai lebih mampu menciptakan kunjungan yang stabil. Pergeseran itu sejalan dengan tren industri ritel yang mengubah pusat perbelanjaan dari sekadar tempat bertransaksi menjadi ruang gaya hidup dan interaksi sosial.
Head of Research Services Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan pusat perbelanjaan saat ini semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup melalui kurasi tenant, penyelenggaraan berbagai acara, dan penyediaan ruang komunal.
“Mal-mal ini semakin berperan sebagai pusat gaya hidup, dengan kurasi penyewa yang kuat, penyelenggaraan acara, serta ruang sosial yang tidak dapat tergantikan oleh platform online,” kata Ferry, dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).
