Investasi Tangerang 2026 Rp17,46 T, Gading Serpong Jadi Pusat Bisnis

- Realisasi investasi Kabupaten Tangerang triwulan I 2026 mencapai Rp17,41 triliun, didominasi PMDN 67,1 persen dan sektor perdagangan, jasa, serta industri menjadi penyumbang terbesar.
- Kawasan Gading Serpong tumbuh pesat dengan pembukaan 1.464 bisnis baru sepanjang 2025 dan penyerapan hampir 20 ribu tenaga kerja pada awal 2026.
- Summarecon Serpong kembangkan City Gate di atas lahan 40 hektare sebagai pusat bisnis terintegrasi dengan fasilitas premium untuk memperkuat ekosistem komersial modern di Gading Serpong.
Tangerang, IDN Times - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang mencatat, realisasi investasi pada triwulan I yakni bulan Januari - Maret 2026 mencapai Rp17,41 Triliun. Investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 67,1 persen dan penanaman modal asing (PMA) sebesar 32,9 persen.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan mengungkapkan, secara sektoral, investasi masih didominasi sektor tersier seperti perdagangan, jasa, dan kawasan industri serta disusul sektor manufaktur.
"Tingginya porsi PMDN mencerminkan kuatnya kepercayaan pelaku usaha dalam negeri terhadap kepastian berusaha, stabilitas ekonomi daerah, serta kualitas pelayanan perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui DPMPTSP," jelasnya.
1. Pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa juga serap banyak tenaga kerja

Selain itu, adanya pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa di kawasan-kawasan komersial seperti Gading Serpong juga menyerap banyak tenaga kerja, misalnya saja pada triwulan I ini sudah ada 19.874 tenaga kerja yang terserap. Sementara, sepanjang 2025, ada 66.545 tenaga kerja yang terserap di berbagai sektor.
"Hal ini menegaskan bahwa investasi tidak hanya berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja," ungkapnya.
2. Meningkatnya investasi di Tangerang juga dipengaruhi harga tanah yang tinggi di Jakarta

Hendar mengungkapkan, bercermin dari realisasi investasi tahun 2025, didominasi oleh perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, menyumbang Rp11,78 triliun. Selain itu, kawasan barat Tangerang juga menjadi tujuan pergeseran investasi dari kawasan Jakarta.
"Dominasi sektor ini mencerminkan tingginya aktivitas pengembangan kawasan industri dan infrastruktur pendukung investasi di wilayah Kabupaten Tangerang," katanya.
Misalnya, di kawasan Gading Serpong, pertumbuhan aktivitas komersial juga terlihat dari pembukaan 1.464 bisnis baru sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap ruang usaha, terutama dari sektor ritel, kuliner, layanan profesional, dan bisnis berbasis kunjungan langsung.
Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus, mengatakan pertumbuhan kawasan komersial di Gading Serpong merupakan bagian dari siklus alami pengembangan kawasan properti. Menurut dia, kawasan yang semula bertumpu pada hunian akan berkembang ke fungsi lain seiring bertambahnya populasi, mobilitas, dan kebutuhan layanan.
“Pertumbuhan ini terbilang normal. Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, kemudian diikuti kantor, ruko, hotel, dan lain-lain,” kata Anton.
Anton menjelaskan, wilayah Tangerang, termasuk Serpong dan Gading Serpong, sejak lama dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta yang berkembang pesat. Perkembangan itu ditopang oleh kualitas hunian, rencana pengembangan kawasan yang matang dari sejumlah pengembang, serta konektivitas dengan kawasan lain di sekitarnya.
“Memang beberapa pengembang di sana memiliki rencana pengembangan yang cukup bagus," katanya.
Apalagi, harga tanah dan properti di kawasan Jakarta sangat tinggi hingga biasanya masyarakat dan pengusaha mulai bergeser ke wilayah Tangerang yang dinilai harganya lebih masuk akal.
"Masyarakat juga mengetahui bahwa daerah barat, seperti Serpong dan sekitarnya, memiliki potensi besar. Di timur juga ada yang bagus," jelas Anton.
3. Di Gading Serpong, bakal ada City Gate sebagai pusat bisnis terintegrasi

Merespon kebutuhan pasar yang mendesak akan ruang usaha premium, Summarecon Serpong bergerak cepat dengan menyiapkan Serpong CBD. Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur mengungkapkan, pelaku usaha masa kini tidak lagi sekadar mencari tempat operasional, melainkan lokasi dengan visibilitas tinggi, akses mudah, dan mampu memperkuat identitas sebuah brand.
"Dikembangkan di atas lahan seluas 40 hektare, City Gate diposisikan sebagai gerbang utama Serpong CBD. Lokasinya berada di jalur penghubung empat kawasan raksasa, Summarecon Serpong, BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci,"kata Albert.
Untuk mengakomodasi berbagai skala bisnis, City Gate menawarkan tiga produk, yakni City Gate Office Suites, City Gate Graha dan Kavling Komersial.
Albert menjelaskan City Gate Office Suites merupakan bangunan premium 6 lantai dengan double facade, outdoor mezzanine setinggi 3 meter, dan menghadap langsung ke boulevard utama. Cocok untuk perusahaan yang membutuhkan ruang kerja sekaligus ruang ekspresi brand yang megah.
Sedangkan City Gate Graham dibangun setinggi 5 lantai yang dirancang untuk skala bisnis besar seperti showroom, klinik, atau kantor layanan profesional yang membutuhkan visibilitas kuat dan fleksibilitas ruang.
Fasilitas ini dirancang khusus untuk menunjang bisnis berbasis kunjungan langsung, seperti kuliner dan layanan kesehatan, agar terhindar dari masalah klasik kemacetan parkir.
"Hadirnya City Gate tidak hanya sekadar menambah pasokan ruko atau kantor baru, melainkan siap memperkuat ekosistem bisnis modern yang adaptif, fleksibel, dan memiliki daya tarik visual tinggi di jantung Gading Serpong," ujar Albert.


















