Spanduk Penolakan Safari Politik Jokowi Muncul di Lebak, Ini Kata PSI

Spanduk penolakan safari politik Joko Widodo terpasang di Kampung Papanggo, Cijoro Pasir, Lebak, dengan tulisan yang menyerukan penangkapan dan pengadilan terhadap Jokowi.
Warga sekitar bernama Dede mengaku tidak mengetahui pemasang spanduk dan menduga spanduk tersebut dipasang pada malam hari.
Ketua DPD PSI Lebak Dita Fajar Baihaqi menilai spanduk itu bagian dari dinamika politik serta kemungkinan upaya mencari perhatian; hingga berita ditulis, pemasangnya belum diketahui.
Lebak, IDN Times – Sebuah spanduk berisi penolakan terhadap safari politik Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo, terpasang di Kampung Papanggo, Kelurahan Cijoro Pasir, Kabupaten Lebak. Hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang memasang spanduk tersebut.
Spanduk itu dipasang di salah satu titik di Kampung Papanggo. Dalam spanduk tersebut tertulis kalimat, “Banten menolak safari politik Jokowi, saatnya rakyat bersatu penegak hukum bersama rakyat, tangkap dan adili Jokowi.”
Kemunculan spanduk itu menarik perhatian warga yang melintas di lokasi.
1. Warga mengaku tidak mengetahui siapa pemasangnya
Salah seorang warga sekitar, Dede mengatakan, dirinya tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Ia menduga pemasangan dilakukan pada malam hari.
“Saya gak tahu siapa yang memasangnya. Kemungkinan sih dipasang pada malam hari,” katanya, Jumat (31/7/2026).
2. PSI Lebak sebut ada pihak yang ingin mencari perhatian
Ketua DPD PSI Kabupaten Lebak, Dita Fajar Baihaqi menilai, kemunculan spanduk tersebut merupakan bagian dari dinamika politik. Menurutnya, ada kemungkinan pihak yang memasang spanduk ingin memanfaatkan popularitas Jokowi untuk menarik perhatian publik.
“Kalau mau terkenal dan cepat populer senggol aja Pak Jokowi,” ujarnya.
Dita mengatakan, nama Jokowi masih memiliki daya tarik besar di ruang publik sehingga kerap memicu berbagai respons masyarakat.
“Setiap kali namanya Pak Jokowi dimunculkan, publik langsung merespons karena figur beliau selalu berhasil menarik atensi luas dan memicu diskursus yang masif,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat dinilai sudah cukup cerdas untuk menilai apakah ekspresi politik seperti itu merupakan kritik yang sehat atau sekadar upaya mencari perhatian.
“Biarlah waktu, rekam jejak, dan bukti kerja nyata yang berbicara, karena pada akhirnya sejarah selalu adil dalam menilai siapa yang benar-benar mengabdi untuk rakyat. Karena saya yakin semua akan Jokowi pada waktunya,” ucap Dita.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pemasangan spanduk tersebut.


















