Pelaku Usaha Kini Memburu Kawasan Mixed-Use, Ini Alasannya

- Pelaku usaha kini memilih kawasan dengan penghuni, fasilitas, dan aktivitas harian yang menciptakan kunjungan stabil, seiring mal bertransformasi menjadi destinasi gaya hidup serta ruang sosial.
- Data Colliers mencatat penyewaan ritel premium Jakarta tetap berjalan pada kuartal I 2026, tetapi merek makin selektif mencari kawasan mixed-use dengan pengunjung relevan dan durasi kunjungan lebih lama.
- Serpong CBD mengintegrasikan hunian, pendidikan, kuliner, olahraga, dan mobilitas; Strozzi Commercial di Symphonia Boulevard disiapkan melayani usaha F&B, ritel, wellness, hingga layanan profesional.
Tangerang, IDN Times – Pelaku usaha kini tak lagi hanya mengandalkan tingginya arus kendaraan dalam menentukan lokasi bisnis. Keberadaan penghuni, fasilitas pendidikan, ruang publik, hingga aktivitas harian di suatu kawasan dinilai lebih mampu menciptakan kunjungan yang stabil. Pergeseran itu sejalan dengan tren industri ritel yang mengubah pusat perbelanjaan dari sekadar tempat bertransaksi menjadi ruang gaya hidup dan interaksi sosial.
Head of Research Services Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan pusat perbelanjaan saat ini semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup melalui kurasi tenant, penyelenggaraan berbagai acara, dan penyediaan ruang komunal.
“Mal-mal ini semakin berperan sebagai pusat gaya hidup, dengan kurasi penyewa yang kuat, penyelenggaraan acara, serta ruang sosial yang tidak dapat tergantikan oleh platform online,” kata Ferry, dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).
1. Kawasan mixed-use dinilai semakin diminati

Data Colliers menunjukkan aktivitas penyewaan ruang ritel premium di Jakarta masih terus berlangsung meski kondisi pasar pada kuartal I 2026 cukup beragam. Masuknya sejumlah merek baru, mulai dari sektor makanan dan minuman (F&B) hingga butik parfum mewah, menunjukkan pasar Indonesia masih menarik bagi pelaku usaha.
Namun, mereka kini lebih selektif memilih lokasi. Perubahan perilaku konsumen, terutama generasi muda yang lebih berhati-hati dalam berbelanja, membuat pelaku usaha mencari kawasan yang mampu menghadirkan pengunjung dengan kebutuhan yang relevan, frekuensi kunjungan tinggi, dan durasi kunjungan yang lebih lama.
Perubahan tersebut membuka peluang bagi kawasan komersial berbasis mixed-use yang menggabungkan fungsi hunian, pendidikan, pekerjaan, olahraga, hingga rekreasi dalam satu kawasan. Model ini dinilai mampu menciptakan sumber kunjungan secara berkelanjutan tanpa hanya bergantung pada lalu lintas kendaraan.
2. Serpong CBD kembangkan ekosistem kawasan terintegrasi

Konsep tersebut diterapkan di Serpong CBD yang dikembangkan Summarecon Serpong. Kawasan ini mengintegrasikan hunian, fasilitas pendidikan, ruang terbuka, pusat kuliner, sarana olahraga, hingga fasilitas penunjang mobilitas.
Saat ini Serpong CBD telah dihuni lebih dari 12 ribu keluarga dan memiliki sekitar 2 ribu unit rumah toko (ruko). Aktivitas kawasan juga didukung keberadaan Summarecon Mall Serpong, SQP Hub, SQP Park, serta The Hood, kawasan lakeside retail neighborhood yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2026.
3. Strozzi Commercial melengkapi kawasan bisnis

Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, Summarecon Serpong menghadirkan Strozzi Commercial di koridor Symphonia Boulevard. Lokasinya berada dalam satu kawasan dengan The Hood dan dapat ditempuh sekitar lima menit berjalan kaki.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur mengatakan, pelaku usaha kini tidak hanya mempertimbangkan lokasi yang strategis, tetapi juga aktivitas yang berlangsung di dalam kawasan.
“Sekarang pelaku usaha bukan cuma melihat apakah lokasinya strategis atau tidak. Mereka juga ingin tahu, apakah kawasannya memang hidup, apakah ada aktivitas yang terus bergerak setiap hari,” ujar Albert.
Menurut dia, perpaduan fungsi hunian, pendidikan, pekerjaan, hingga rekreasi menjadi faktor penting dalam membentuk aktivitas ekonomi sebuah kawasan. Karena itu, Strozzi Commercial dirancang menjadi bagian dari ekosistem Serpong CBD dengan menyasar berbagai jenis usaha, mulai dari F&B, ritel, wellness, hingga layanan profesional.



















