Serang, IDN Times - Upaya pemulihan sektor pariwisata Banten pascaerupsi Gunung Anak Krakatau mulai dilakukan Pemerintah Provinsi Banten. Namun, langkah tersebut mendapat sorotan dari pelaku wisata yang meminta pemulihan tidak berhenti pada kegiatan monitoring dan promosi semata.
Ketua Pokdarwis Ujung Kulon Adventure, Irfan Afendi, mengatakan pemulihan pariwisata penting untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan. Namun, pemerintah juga dinilai perlu melihat langsung kondisi pelaku wisata yang terdampak selama aktivitas erupsi.
Sorotan itu disampaikan Irfan menyusul agenda Monitoring Wisata Pemulihan Pasca Erupsi yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Banten di kawasan Anyer-Tanjung Lesung pada 29-30 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan pariwisata, mulai pelaku industri, organisasi pariwisata, media, admin media sosial hingga content creator.
"Kami menyambut baik adanya monitoring dan upaya pemulihan pariwisata. Tetapi yang menjadi pertanyaan, selama kondisi erupsi dan kunjungan wisatawan menurun, seperti apa perhatian dan pendampingan pemerintah terhadap pelaku wisata di lapangan?" ujar Irfan saat dihubungi wartawan, Selasa (29/9/2026).
Pelaku Wisata Kritik Pemulihan Anak Krakatau:Jangan Sekadar Seremonial

1. Pelaku wisata tak hanya dibutuhkan saat promosi
Menurut Irfan, pelaku wisata merupakan pihak yang langsung merasakan dampak ketika aktivitas pariwisata terganggu.
Penurunan kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada destinasi, tetapi juga hotel, restoran, pemandu wisata, pedagang hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata. Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melibatkan pelaku wisata ketika membutuhkan promosi untuk mendongkrak kembali kunjungan.
Pelaku wisata, kata dia, juga membutuhkan komunikasi dan pendampingan ketika kondisi pariwisata sedang mengalami tekanan akibat bencana.
"Pelaku wisata jangan hanya dilibatkan ketika pemerintah membutuhkan promosi. Ketika kunjungan turun dan teman-teman di lapangan terdampak, kami juga membutuhkan perhatian dan komunikasi dari pemerintah," katanya.
2. Promosi jangan mendahului mitigasi
Irfan tidak mempersoalkan pelibatan media, influencer maupun content creator dalam agenda pemulihan pariwisata. Menurutnya, promosi tetap diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan. Namun, promosi harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan dan mitigasi bencana.
Informasi mengenai kondisi destinasi juga harus disampaikan secara hati-hati agar wisatawan mengetahui kawasan yang aman. Selain itu diperlukan informasi kondisi terkini dan langkah yang harus dilakukan apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat.
"Kami tidak keberatan dengan promosi. Justru promosi penting untuk membangkitkan kembali pariwisata. Tetapi jangan sampai promosi lebih cepat daripada mitigasi. Wisatawan harus tahu kondisi sebenarnya, kawasan mana yang aman dan apa yang harus dilakukan apabila kondisi kembali berubah," ujarnya.
3. Minta monitoring berujung langkah konkret
Irfan berharap monitoring yang dilakukan Dinas Pariwisata Banten tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, evaluasi harus menghasilkan langkah konkret yang benar-benar dirasakan pelaku wisata di lapangan.
"Yang paling penting adalah apa hasilnya dan apa tindak lanjutnya untuk pelaku wisata," tegasnya.
Ia meminta pemerintah tidak hanya melihat pemulihan dari angka kunjungan atau kegiatan promosi. Kondisi pelaku usaha, kesiapan pengelola destinasi, komunikasi keselamatan hingga mekanisme penyampaian informasi saat aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat juga perlu menjadi perhatian.
"Kami berharap Kadispar Banten tidak hanya melihat pariwisata dari sisi angka kunjungan atau promosi. Tolong lihat juga bagaimana kondisi teman-teman pelaku wisata di lapangan. Apa yang mereka butuhkan dan apa kendalanya setelah terjadi erupsi," katanya.
Irfan menilai kepercayaan wisatawan tidak cukup dibangun melalui kampanye promosi. Kehadiran pemerintah, informasi yang jelas, perhatian terhadap keselamatan serta perlindungan terhadap pelaku wisata menjadi bagian penting dalam pemulihan pariwisata Banten.
"Wisatawan akan percaya kalau pemerintah hadir, informasinya jelas, keselamatannya diperhatikan, dan pelaku wisata juga merasa dilindungi. Itu yang menurut kami harus menjadi perhatian dalam pemulihan pariwisata Banten," katanya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Ada 2 Gumuk Daratan di Sekitar Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau?27 Sep 2026, 13:57 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB